Tampilkan postingan dengan label Masalah Hati dan Kandung Empedu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masalah Hati dan Kandung Empedu. Tampilkan semua postingan
Biologi Hati dan Kandung Empedu
Hati dan kandung empedu terletak di perut kanan bagian atas, dan keduanya dihubungkan oleh suatu saluran yang dikenal sebagai duktus biliaris (saluran empedu). Meskipun memiliki saluran penghubung dan keduanya berperan dalam fungsi yang sama, tetapi hati dan kandung sangat berbeda satu sama lain.
Hati berbentuk seperti baji dan merupakan pabrik kimia pada tubuh manusia. Hati merupakan suatu organ kompleks yang melaksanakan berbagai fungsi vital, mulai dari mengatur kadar bahan kimia dalam tubuh sampai menghasilkan zat-zat pembekuan darah.

Kandung empedu berbentuk seperti buah pir dan merupakan tempat penyimpanan empedu (cairan pencernaan yang dihasilkan oleh hati).
HATI
Hati merupakan organ tubuh yang paling besar dan paling kompleks.
Salah satu fungsi utamanya adalah menghancurkan zat-zat yang berbahaya yang diserap dari usus atau dibuat di bagian tubuh lainnya, kemudian membuangnya sebagai zat yang tidak berbahaya ke dalam empedu atau darah. Zat di dalam empedu ini masuk ke dalam usus lalu dibuang melalui tinja. Zat di dalam darah disaring oleh ginjal dan dibuang melalui air kemih.
Hati menghasilkan sekitar separuh kolesterol tubuh, sisanya berasal dari makanan.
Sekitar 80% kolesterol yang dibuat di hati digunakan untuk membuat empedu.
Kolesterol merupakan bagian penting dari setiap selaput sel dan diperlukan untuk membuat hormon-hormon tertentu (termasuk hormon estrogen, testosteron dan hormon adrenal).
Hati juga merubah zat-zat di dalam makanan menjadi protein, lemak dan karbohidrat.
Gula disimpan di dalam hati sebagai glikogen dan kemudian dipecah serta dilepaskan ke dalam aliran darah sebagai glukosa, sesuai dengan kebutuhan tubuh (misalnya ketika kadar gula darah terlalu rendah).
Fungsi lainnya dari hati adalah membuat berbagai senyawa penting, terutama protein, yang digunakan tubuh untuk menjalankan fungsinya.
Salah satu senyawa yang dihasilkan, diperlukan dalam proses pembekuan darah ketika terjadi perdarahan. Senyawa ini dikenal sebagai faktor pembekuan.
Hati menerima darah dari usus dan jantung.Pembuluh darah kecil (kapiler) di dinding usus mengalirkan darahnya ke dalam vena porta, yang akan masuk ke dalam hati. Selanjutnya darah mengalir melalui saluran-saluran kecil di dalam hati, dimana zat gizi yang dicerna dan berbagai zat yang berbahaya diproses.
Arteri hepatika membawa darah dari hati ke jantung. Darah ini membawa oksigen untuk jaringan hati, kolesterol dan zat lainnya.
Darah dari usus dan jantung kemudian bercampur dan mengalir kembali ke dalam jantung melalui vena hepatika.
Kelainan fungsi hati bisa digolongkan ke dalam 2 kelompok utama:
# Kelainan yang disebabkan oleh gangguan fungsi sel-sel di dalam hati (misalnya sirosis atau hepatitis)
# Kelainan yang disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran empedu dari hati melalui saluran empedu (misalnya batu empedu atau kanker).

KANDUNG EMPEDU
Kandung empedu merupakan kantong otot kecil yang berfungsi untuk menyimpan empedu (cairan pencernaan berwarna kuning kehijauan yang dihasilkan oleh hati).
Empedu mengalir dari hati melalui duktus hepatikus kiri dan kanan, lalu keduanya bergabung membentuk duktus hepatikus utama.
Duktus hepatikus utama bergabung dengan saluran yang berasal dari kandung empedu (duktus sistikus) membentuk saluran empedu utama.
Saluran empedu utama masuk ke usus bagian atas pada sfingter Oddi, yang terletak beberapa sentimeter dibawah lambung.
Sekitar separuh empedu dikeluarkan diantara jam-jam makan dan dialirkan melalui duktus sistikus ke dalam kandung empedu. Sisanya langsung mengalir ke dalam saluran empedu utama, menuju ke usus halus.
Jika kita makan, kandung empedu akan berkontraksi dan mengosongkan empedu ke dalam usus untuk membantu pencernaan lemak dan vitamin-vitamin tertentu.
Empedu terdiri dari:
- garam-garam empedu
- elektrolit
- pigmen empedu (misalnya bilirubin)
- kolesterol
- lemak.
Fungsi empedu adalah untuk membuang limbah tubuh tertentu (terutama pigmen hasil pemecahan sel darah merah dan kelebihan kolesterol) serta membantu pencernaan dan penyerapan lemak.
Garam empedu menyebabkan meningkatnya kelarutan kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam lemak, sehingga membantu penyerapannya dari usus.
Hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dirubah menjadi bilirubin (pigmen utama dalam empedu) dan dibuang ke dalam empedu.
Berbagai protein yang memegang peranan penting dalam fungsi empedu juga disekresi dalam empedu.
Batu kandung empedu bisa menyumbat aliran empedu dari kandung empedu, dan menyebabkan nyeri (kolik bilier) atau peradangan kandung empedu (kolesistitis).
Batu juga bisa berpindah dari kandung empedu ke dalam saluran empedu, sehingga terjadi jaundice (sakit kuning) karena menyumbat aliran empedu yang normal ke usus.
Penyumbatan aliran empedu juga bisa terjadi karena adanya tumor.
Hati berbentuk seperti baji dan merupakan pabrik kimia pada tubuh manusia. Hati merupakan suatu organ kompleks yang melaksanakan berbagai fungsi vital, mulai dari mengatur kadar bahan kimia dalam tubuh sampai menghasilkan zat-zat pembekuan darah.

Kandung empedu berbentuk seperti buah pir dan merupakan tempat penyimpanan empedu (cairan pencernaan yang dihasilkan oleh hati).
HATI
Hati merupakan organ tubuh yang paling besar dan paling kompleks.
Salah satu fungsi utamanya adalah menghancurkan zat-zat yang berbahaya yang diserap dari usus atau dibuat di bagian tubuh lainnya, kemudian membuangnya sebagai zat yang tidak berbahaya ke dalam empedu atau darah. Zat di dalam empedu ini masuk ke dalam usus lalu dibuang melalui tinja. Zat di dalam darah disaring oleh ginjal dan dibuang melalui air kemih.
Hati menghasilkan sekitar separuh kolesterol tubuh, sisanya berasal dari makanan.
Sekitar 80% kolesterol yang dibuat di hati digunakan untuk membuat empedu.
Kolesterol merupakan bagian penting dari setiap selaput sel dan diperlukan untuk membuat hormon-hormon tertentu (termasuk hormon estrogen, testosteron dan hormon adrenal).
Hati juga merubah zat-zat di dalam makanan menjadi protein, lemak dan karbohidrat.
Gula disimpan di dalam hati sebagai glikogen dan kemudian dipecah serta dilepaskan ke dalam aliran darah sebagai glukosa, sesuai dengan kebutuhan tubuh (misalnya ketika kadar gula darah terlalu rendah).
Fungsi lainnya dari hati adalah membuat berbagai senyawa penting, terutama protein, yang digunakan tubuh untuk menjalankan fungsinya.
Salah satu senyawa yang dihasilkan, diperlukan dalam proses pembekuan darah ketika terjadi perdarahan. Senyawa ini dikenal sebagai faktor pembekuan.
Hati menerima darah dari usus dan jantung.Pembuluh darah kecil (kapiler) di dinding usus mengalirkan darahnya ke dalam vena porta, yang akan masuk ke dalam hati. Selanjutnya darah mengalir melalui saluran-saluran kecil di dalam hati, dimana zat gizi yang dicerna dan berbagai zat yang berbahaya diproses.
Arteri hepatika membawa darah dari hati ke jantung. Darah ini membawa oksigen untuk jaringan hati, kolesterol dan zat lainnya.
Darah dari usus dan jantung kemudian bercampur dan mengalir kembali ke dalam jantung melalui vena hepatika.
Kelainan fungsi hati bisa digolongkan ke dalam 2 kelompok utama:
# Kelainan yang disebabkan oleh gangguan fungsi sel-sel di dalam hati (misalnya sirosis atau hepatitis)
# Kelainan yang disebabkan oleh adanya penyumbatan aliran empedu dari hati melalui saluran empedu (misalnya batu empedu atau kanker).

KANDUNG EMPEDU
Kandung empedu merupakan kantong otot kecil yang berfungsi untuk menyimpan empedu (cairan pencernaan berwarna kuning kehijauan yang dihasilkan oleh hati).
Empedu mengalir dari hati melalui duktus hepatikus kiri dan kanan, lalu keduanya bergabung membentuk duktus hepatikus utama.
Duktus hepatikus utama bergabung dengan saluran yang berasal dari kandung empedu (duktus sistikus) membentuk saluran empedu utama.
Saluran empedu utama masuk ke usus bagian atas pada sfingter Oddi, yang terletak beberapa sentimeter dibawah lambung.
Sekitar separuh empedu dikeluarkan diantara jam-jam makan dan dialirkan melalui duktus sistikus ke dalam kandung empedu. Sisanya langsung mengalir ke dalam saluran empedu utama, menuju ke usus halus.
Jika kita makan, kandung empedu akan berkontraksi dan mengosongkan empedu ke dalam usus untuk membantu pencernaan lemak dan vitamin-vitamin tertentu.
Empedu terdiri dari:
- garam-garam empedu
- elektrolit
- pigmen empedu (misalnya bilirubin)
- kolesterol
- lemak.
Fungsi empedu adalah untuk membuang limbah tubuh tertentu (terutama pigmen hasil pemecahan sel darah merah dan kelebihan kolesterol) serta membantu pencernaan dan penyerapan lemak.
Garam empedu menyebabkan meningkatnya kelarutan kolesterol, lemak dan vitamin yang larut dalam lemak, sehingga membantu penyerapannya dari usus.
Hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dirubah menjadi bilirubin (pigmen utama dalam empedu) dan dibuang ke dalam empedu.
Berbagai protein yang memegang peranan penting dalam fungsi empedu juga disekresi dalam empedu.
Batu kandung empedu bisa menyumbat aliran empedu dari kandung empedu, dan menyebabkan nyeri (kolik bilier) atau peradangan kandung empedu (kolesistitis).
Batu juga bisa berpindah dari kandung empedu ke dalam saluran empedu, sehingga terjadi jaundice (sakit kuning) karena menyumbat aliran empedu yang normal ke usus.
Penyumbatan aliran empedu juga bisa terjadi karena adanya tumor.
Pemeriksaan Diagnostik Untuk Penyakit Hati & Kandung Empedu
Yang paling penting adalah sekelompok pemeriksaan darah yang dikenal sebagai tes fungsi hati.
Tergantung kepada kelainan yang dicurigai, bisa dilakukan pemeriksaan imaging, seperti USG, CT dan MRI.
Bisa juga diambil contoh jaringan hati untuk diperiksa dibawah mikroskop (biopsi hati).
PEMERIKSAAN LABORATORIUM DAN IMAGING
- Breath test dilakukan untuk mengukur kemampuan hati dalam memetabolisir sejumlah obat.Obat-obat tersebut ditandai dengan perunut radioaktif, diberikan per-oral (ditelan) maupun intravena (melalui pembuluh darah).Banyaknya radioaktivitas dalam pernafasan penderita menunjukkan banyaknya obat yang dimetabolisir oleh hati.
- USG menggunakan gelombang suara untuk menggambarkan hati, kandung empedu dan saluran empedu. Pemeriksaan ini bagus untuk mengetahui kelainan struktural, seperti tumor.USG merupakan pemeriksaan paling murah, paling aman dan paling peka untuk memberikan gambaran dari kandung empedu dan saluran empedu.Dengan USG, dokter dengan mudah bisa mengetahui adanya batu empedu di dalam kandung empedu.USG dengan mudah membedakan sakit kuning (jaundice) yang disebabkan oleh penyumbatan saluran empedu dari sakit kuning yang disebabkan oleh kelainan fungsi sel hati. USG Doppler bisa digunakan untuk menunjukkan aliran darah dalam pembuluh darah di hati. USG juga bisa digunakan sebagai penuntun pada saat memasukkan jarum untuk mendapatkan contoh jaringan biopsi.
- Imaging radionuklida (radioisotop) menggunakan bahan yang mengandung perunut radioaktif, yang disuntikkan ke dalam tubuh dan diikat oleh organ tertentu. Radioaktivitas dilihat dengan kamera sinar gamma yang dipasangkan pada sebuah komputer.
- Skening hati merupakan penggambaran radionuklida yang menggunakan substansi radioaktif, yang diikat oleh sel-sel hati.
- Koleskintigrafi menggunakan zat radioaktif yang akan dibuang oleh hati ke dalam saluran empedu. Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui peradangan akut dari kandung empedu (kolesistitis).
- CT scan bisa memberikan gambaran hati yang sempurna dan terutama digunakan untuk mencari tumor. Pemeriksaan ini bisa menemukan kelainan yang difus (tersebar), seperti perlemakan hati (fatty liver) dan jaringan hati yang menebal secara abnormal (hemokromatosis). Tetapi karena menggunakan sinar X dan biayanya mahal, pemeriksaan ini tidak banyak digunakan.
- MRI memberikan gambaran yang sempurna, mirip dengan CT scan. Pemeriksaan ini lebih mahal dari CT scan, membutuhkan waktu lebih lama dan penderita harus berbaring dalam ruangan yang sempit, menyebabkan beberapa penderita mengalami klaustrofobia (takut akan tempat sempit).
- Kolangiopankreatografi endoskopik retrograd merupakan suatu pemeriksaan dimana suatu endoskopi dimasukkan ke dalam mulut, melewati lambung dan usus dua belas jari, menuju ke saluran empedu. Suatu zat radiopak kemudian disuntikkan ke dalam saluran empedu dan diambil foto rontgen dari saluran empedu. Pemeriksaan ini menyebabkan peradangan pada pankreas (pankreatitis) pada 3-5% penderita.
- Kolangiografi transhepatik perkutaneus menggunakan jarum panjang yang dimasukkan melalui kulit ke dalam hati, kemudian disuntikkan zat radiopak ke dalam salah satu dari saluran empedu. Bisa digunakan USG untuk menuntun masuknya jarum. Rontgen secara jelas menunjukkan saluran empedu, terutama penyumbatan di dalam hati.
- Kolangiografi operatif menggunakan zat radiopak yang bisa dilihat pada rontgen. Selama suatu pembedahan, zat tersebut disuntikkan secara langsung kedalam saluran empedu. Foto rontgen akan menunjukkan gambaran yang jelas dari saluran empedu.
- Foto rontgen sederhana sering bisa menunjukkan suatu batu empedu yang berkapur.
BIOPSI HATI
Suatu contoh jaringan hati bisa diambil selama pembedahan eksplorasi, tetapi lebih sering diperoleh melalui sebuah jarum yang dimasukkan lewat kulit menuju ke hati.
Sebelum dilakukan prosedur ini, diberikan bius lokal kepada penderita.
Skening ultrasonik atau CT bisa digunakan untuk menentukan lokasi daerah yang abnormal, darimana contoh jaringan hati diambil.
Biasanya penderita yang menjalani prosedur ini tidak perlu menjalani rawat nap.
Setelah diperoleh contoh jaringan, penderita dianjurkan untuk tidak segera meninggalkan rumah sakit (minimal selama 3-4 jam), karena prosedur ini memiliki resiko terjadinya komplikasi:
- Hati bisa mengalami robekan dan bisa terjadi perdarahan ke dalam perut
- Empedu bisa mengalami kebocoran ke dalam perut, menyebabkan peradangan selaput perut (peritonitis).
Pada sekitar 2% penderita, komplikasi ini bisa menyebabkan masalah yang serius dan 1 dari 10.000 orang, meninggal setelah menjalani prosedur ini.
Setelah biopsi hati sering timbul nyeri ringan di perut kanan bagian atas, yang kadang menjalar ke bahu kanan, dan biasanya akan menghilang setelah pemberian analgesik (obat pereda nyeri).
Pada biopsi hati transvenosa, sebuah kateter dimasukkan kedalam suatu vena leher, menuju ke jantung dan ditempatkan ke dalam vena hepatik yang berasal dari hati.
Jarum kateter kemudian dimasukkan melalui dinding vena kedalam hati.
Dibandingkan dengan biopsi hati perkutaneus, tehnik ini tidak terlalu mencederai hati, dan bahkan bisa digunakan pada seseorang yang mudah mengalami perdarahan.
TES FUNGSI HATI
Pemeriksaan fungsi hati dilakukan terhadap contoh darah.
Sebagian besar pemeriksaan bertujuan untuk mengukur kadar enzim atau bahan-bahan lainnya dalam darah, sebagai cara untuk mendiagnosis kelainan di hati.
Pemeriksaan | Untuk Mengukur | Hasil Pemeriksaan Menunjukkan |
Alkalin Fosfatase | Enzim yg dihasilkan di dalam hati, tulang & plasenta; yg dilepaskan ke hati bila terjadi cedera atau pada aktivitas normal tertentu, mis. pertumbuhan tulang atau kehamilan | Penyumbatan saluran empedu, cedera hati & beberapa kanker |
Alanin Transaminase (ALT) | Enzim yg dihasilkan di hati, yg dilepaskan ke dalam darah jika sel hati mengalami luka | Luka pada sel hati (mis. hepatitis) |
Aspartat Transaminase (AST) | Enzim yg dilepaskan ke dalam darah jika hati, jantung, otot atau otak mengalami luka | Luka di hati, jantung, otot atau otak |
Bilirubin | Komponen dari cairan pencernaan (empedu) yg dihasilkan oleh hati | Penyumbatan aliran empedu, kerusakan hati, pemecahan sel darah merah yg berlebihan |
Gamma-glutamil Transpeptidase | Enzim yg dihasilkan oleh hati, pankreas & ginjal; dilepaskan ke dalam darah hika organ-organ tsb mengalami luka | Kerusakan organ, keracunan obat, penyalahgunaan alkohol, penyakit pankreas |
Laktik Dehidrogenase | Enzim yg dilepaskan ke dalam darah jika organ tertentu mengalami luka | Kerusakan hati, jantung, paru-paru atau otak & pemecahan sel darah merah yg berlebihan |
5-nukleotidase | Enzim yg hanya terdapat di hati; dilepaskan ke dalam darah jika hati mengalami cedera | Penyumbatan saluran empedu atau gangguan aliran empedu |
Albumin | Protein yg dihasilkan oleh hati & secara normal dilepaskan ke dalam darah; salah satu fungsinya adalah menahan cairan dalam pembuluh darah | Kerusakan hati |
Alfa-fetoprotein | Protein yg dihasilkan oleh hati janin dan buah zakar (testis) | Hepatitis berat atau kanker hati atau kanker testis |
Antibodi Mitokondrial | Antibodi untuk melawan mitokondria, merupakan komponen sel sebelah dalam | Sirosis bilier primer & penyakit autoimun tertentu, mis. hepatitis menahun yg aktif |
Waktu Protombin (Protombin Time) | Waktu yg diperlukan darah untuk membeku (pembekuan memerlukan vit. K & bahan-bahan yg dibuat oleh hati |
Gambaran Klinis Penyakit Hati
Adanya penyakit hati bisa ditunjukkan melalui berbagai gambaran klinis yang berbeda.
Manifestasi dari penyakit hati yang penting adalah:
# Jaundice (sakit kuning)
# Kolestasis
# Pembesaran hati
# Hipertensi portal
# Asites
# Ensefalopati hepatikum
# Kegagalan hati.
GEJALA
Gambaran klinis utama pada penyakit hati:
1. Sakit kuning (jaundice)
2. Pembesaran hati
3. Pengumpulan cairan di dalam perut (asites)
4. Perdarahan saluran pencernaan yang berasal dari varises
5. Hipertensi portal
6. Kulit:
- Pembuluh darah memberikan gambaran seperti laba-laba
- Telapak tangan kemerahan
- Gatal-gatal
7. Darah:
- Penurunan jumlah sel darah merah (anemia)
- Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia)
- Penurunan jumlah trombosit (trombositopenis)
- Mudah mengalami perdarahan (koagulopati)
8. Hormon-hormon:
- Kadar insulin meningkat, tetapi respon terhadap insulin jelek
- Gangguan siklus menstruasi dan penurunan kesuburan (pada wanita)
- Impotensia dan feminisasi (pada pria)
9. Jantung dan pembuluh darah:
- Meningkatnya denyut jantung dan jumlah darah yang dipompa
- Tekanan darah rendah (hipotensi)
10. Gejala umum:
- Kelelahan
- Kelemahan
- Penurunan berat badan
- Nafsu makan yang buruk
- Mual
- Demam.
DIAGNOSA
Diagnosis penyakit hati ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Manifestasi dari penyakit hati yang penting adalah:
# Jaundice (sakit kuning)
# Kolestasis
# Pembesaran hati
# Hipertensi portal
# Asites
# Ensefalopati hepatikum
# Kegagalan hati.
GEJALA
Gambaran klinis utama pada penyakit hati:
1. Sakit kuning (jaundice)
2. Pembesaran hati
3. Pengumpulan cairan di dalam perut (asites)
4. Perdarahan saluran pencernaan yang berasal dari varises
5. Hipertensi portal
6. Kulit:
- Pembuluh darah memberikan gambaran seperti laba-laba
- Telapak tangan kemerahan
- Gatal-gatal
7. Darah:
- Penurunan jumlah sel darah merah (anemia)
- Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia)
- Penurunan jumlah trombosit (trombositopenis)
- Mudah mengalami perdarahan (koagulopati)
8. Hormon-hormon:
- Kadar insulin meningkat, tetapi respon terhadap insulin jelek
- Gangguan siklus menstruasi dan penurunan kesuburan (pada wanita)
- Impotensia dan feminisasi (pada pria)
9. Jantung dan pembuluh darah:
- Meningkatnya denyut jantung dan jumlah darah yang dipompa
- Tekanan darah rendah (hipotensi)
10. Gejala umum:
- Kelelahan
- Kelemahan
- Penurunan berat badan
- Nafsu makan yang buruk
- Mual
- Demam.
DIAGNOSA
Diagnosis penyakit hati ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Sakit Kuning (Jaundice)
Sakit Kuning (Jaundice) adalah pewarnaan kuning pada kulit dan bagian putih mata (sklera), yang disebabkan oleh tingginya kadar pigmen empedu (bilirubin) di dalam darah.
PENYEBAB
Pembuangan sel darah merah yang tua atau rusak dari aliran darah, terutama dilakukan oleh empedu. Selama proses ini berlangsung, hemoglobin (bagian dari sel darah merah yang mengangkut oksigen) dipecah menjadi bilirubin.
Bilirubin dibawa ke dalam hati dan dibuang ke dalam usus sebagai bagian dari empedu. Jika proses pembuangan ini terganggu, bilirubin yang berlebihan akan masuk ke dalam aliran darah, menyebabkan jaundice.
Kadar bilirubin yang tinggi dalam darah, bisa terjadi pada:
- peradangan atau kelainan lainnya di hati, yang mengganggu proses pembuangannya ke dalam empedu
- penyumbatan saluran empedu di luar hati oleh batu empedu atau tumor
- pemecahan sejumlah besar sel darah merah, seperti yang kadang terjadi pada bayi baru lahir yang mengalami sakit kuning.
Pada sindroma Gilbert, kadar bilirubin sedikit meningkat, tetapi biasanya tidak menyebabkan jaundice.
Kelainan yang diturunkan ini, biasanya ditemukan pada pemeriksaan rutin tes fungsi hati; tidak memiliki gejala lainnya dan tidak menimbulkan masalah.
GEJALA
Pada jaundice, kulit dan bagian putih mata tampak kuning.
Air kemih sering berwarna gelap, karena bilirubin dibuang melalui ginjal.
Gejala lainnya muncul tergantung kepada penyebabnya:
- peradangan hati (hepatitis) bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan, mual-muntah dan demam.
- penyumbatan empedu bisa menyebabkan gejala kolestasis.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala.
Untuk mengetahui penyebab terjadinya jaundice, dilakukan pemeriksaan laboratoriium dan imaging.
PENGOBATAN
Jika penyebabnya adalah penyakit hati (misalnya hepatitis virus), biasanya jaundice akan menghilang sejalan dengan perbaikan penyakitnya.
Jika penyebabnya adalah penyumbatan pada saluran empedu, biasanya dilakukan pembedahan atau endoskopi sesegera mungkin, untuk membuka saluran yang tersumbat.
PENYEBAB
Pembuangan sel darah merah yang tua atau rusak dari aliran darah, terutama dilakukan oleh empedu. Selama proses ini berlangsung, hemoglobin (bagian dari sel darah merah yang mengangkut oksigen) dipecah menjadi bilirubin.
Bilirubin dibawa ke dalam hati dan dibuang ke dalam usus sebagai bagian dari empedu. Jika proses pembuangan ini terganggu, bilirubin yang berlebihan akan masuk ke dalam aliran darah, menyebabkan jaundice.
Kadar bilirubin yang tinggi dalam darah, bisa terjadi pada:
- peradangan atau kelainan lainnya di hati, yang mengganggu proses pembuangannya ke dalam empedu
- penyumbatan saluran empedu di luar hati oleh batu empedu atau tumor
- pemecahan sejumlah besar sel darah merah, seperti yang kadang terjadi pada bayi baru lahir yang mengalami sakit kuning.
Pada sindroma Gilbert, kadar bilirubin sedikit meningkat, tetapi biasanya tidak menyebabkan jaundice.
Kelainan yang diturunkan ini, biasanya ditemukan pada pemeriksaan rutin tes fungsi hati; tidak memiliki gejala lainnya dan tidak menimbulkan masalah.
GEJALA
Pada jaundice, kulit dan bagian putih mata tampak kuning.
Air kemih sering berwarna gelap, karena bilirubin dibuang melalui ginjal.
Gejala lainnya muncul tergantung kepada penyebabnya:
- peradangan hati (hepatitis) bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan, mual-muntah dan demam.
- penyumbatan empedu bisa menyebabkan gejala kolestasis.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala.
Untuk mengetahui penyebab terjadinya jaundice, dilakukan pemeriksaan laboratoriium dan imaging.
PENGOBATAN
Jika penyebabnya adalah penyakit hati (misalnya hepatitis virus), biasanya jaundice akan menghilang sejalan dengan perbaikan penyakitnya.
Jika penyebabnya adalah penyumbatan pada saluran empedu, biasanya dilakukan pembedahan atau endoskopi sesegera mungkin, untuk membuka saluran yang tersumbat.
Hipertensi Portal
Hipertensi Portal adalah tekanan darah tinggi di dalam vena porta (vena besar yang membawa darah dari usus ke hati).
PENYEBAB
Vena porta menerima darah dari seluruh usus, limpa, pankreas serta kandung empedu.
Setelah masuk ke hati, darah mengalir ke dalam saluran-saluran kecil yang melewati hati.
Pada saat meninggalkan hati, darah dari saluran kecil ini masuk kembali ke dalam sirkulasi besar melalui vena hepatika.
2 faktor yang bisa menyebabkan naiknya tekanan darah dalam pembuluh darah porta, yaitu:
# volume darah yang mengalir di dalam pembuluh darah
# meningkatnya tahanan terhadap aliran darah yang melewati hati.
Di negara-negara Barat, penyebab paling sering dari hipertensi portal adalah meningkatnya tahanan aliran darah akibat sirosis.
Hipertensi portal menyebabkan terbentuknya pembuluh darah venosa (pembuluh kolateral), yang menghubungkan sistem portal dengan sirkulasi besar, sehingga melompati hati (membentuk bypass).
Dengan adanya pembuluh kolateral ini, maka zat-zat yang dalam keadaan normal dibuang dari dalam darah oleh hati, akan masuk ke dalam sirkulasi besar.
Pembuluh kolateral terbentuk di tempat-tempat tertentu, yang paling penting adalah yang terbentuk di ujung bawah kerongkongan.
Di daerah ini, pembuluh akan tersumbat dan meliuk-liuk, membentuk vena varikosa (varises esofagealis). Varises ini rapuh dan mudah mengalami perdarahan.
Pembuluh kolateral lainnya bisa terbentuk di sekitar pusar dan pada rektum.
GEJALA
Hipertensi portal sering menyebabkan pembesaran limpa.
Cairan bisa merembes dari hati dan masuk ke rongga perut, menyebabkan asites.
Vena varikosa di bagian bawah kerongkongan dan di lapisan lambung, bisa mengalami perdarahan.
Vena varikosa di rektum juga bisa mengalami perdarahan, meskipun sangat jarang terjadi.
DIAGNOSA
Pembesaran limpa biasanya bisa dirasakan/diraba melalui dinding perut.
Cairan di perut bisa diketahui dari adanya pembengkakan perut dan pemeriksaan perkusi perut memberikan hasil suara yang tumpul.
USG dilakukan untuk memeriksa aliran darah di dalam pembuluh darah portal dan bisa menunjukkan adanya pengumpulan carian di perut.
CT scan juga bisa digunakan untuk memeriksa pelebaran pembuluh vena.
Tekanan dalam sistem portal bisa diukur secara langsung dengan memasukkan jarum melalui dinding perut ke dalam hati atau limpa.
PENGOBATAN
Untuk mengurangi resiko perdarahan karena varises esofageal, diusahakan untuk menurunkan tekanan di dalam vena porta, yaitu dengan pemberian propanolol, obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi.
Perdarahan pada varises esofageal merupakan keadaan darurat.
Vasopresin atau octreotide bisa diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah) untuk mengkerutkan vena yang berdarah.
Transfusi darah dilakukan untuk menggantikan darah yang hilang.
Biasanya dilakukan pemeriksaan endoskopik untuk memastikan bahwa perdarahan berasal dari varises esofageal. Selama prosedur ini dilakukan penyumbatan dengan tali karet atau penyuntikan bahan kimia.
Jika perdarahan berlanjut, dimasukkan kateter dengan balon di ujungnya, melalui hidung menuju ke kerongkongan. Pemompaan balon akan menekan vena varikosa dan biasanya bisa menghentikan perdarahan.
Jika perdarahan berlanjut atau berulang, dilakukan pembedahan untuk membuat jalan pintas (shunt), diantara sistem vena portal dengan sistem vena besar. Hal ini akan menurunkan tekanan di dalam vena porta, karena tekanan di dalam sistem vena besar lebih rendah.
Pembedahan shunt biasanya berhasil menghentikan perdarahan, tetapi relatif berbahaya. Pembedahan ini juga meningkatkan resiko terjadinya kelainan fungsi otak karena kegagalan hati (ensefalopati hepatikum).
PENYEBAB
Vena porta menerima darah dari seluruh usus, limpa, pankreas serta kandung empedu.
Setelah masuk ke hati, darah mengalir ke dalam saluran-saluran kecil yang melewati hati.
Pada saat meninggalkan hati, darah dari saluran kecil ini masuk kembali ke dalam sirkulasi besar melalui vena hepatika.
2 faktor yang bisa menyebabkan naiknya tekanan darah dalam pembuluh darah porta, yaitu:
# volume darah yang mengalir di dalam pembuluh darah
# meningkatnya tahanan terhadap aliran darah yang melewati hati.
Di negara-negara Barat, penyebab paling sering dari hipertensi portal adalah meningkatnya tahanan aliran darah akibat sirosis.
Hipertensi portal menyebabkan terbentuknya pembuluh darah venosa (pembuluh kolateral), yang menghubungkan sistem portal dengan sirkulasi besar, sehingga melompati hati (membentuk bypass).
Dengan adanya pembuluh kolateral ini, maka zat-zat yang dalam keadaan normal dibuang dari dalam darah oleh hati, akan masuk ke dalam sirkulasi besar.
Pembuluh kolateral terbentuk di tempat-tempat tertentu, yang paling penting adalah yang terbentuk di ujung bawah kerongkongan.
Di daerah ini, pembuluh akan tersumbat dan meliuk-liuk, membentuk vena varikosa (varises esofagealis). Varises ini rapuh dan mudah mengalami perdarahan.
Pembuluh kolateral lainnya bisa terbentuk di sekitar pusar dan pada rektum.
GEJALA
Hipertensi portal sering menyebabkan pembesaran limpa.
Cairan bisa merembes dari hati dan masuk ke rongga perut, menyebabkan asites.
Vena varikosa di bagian bawah kerongkongan dan di lapisan lambung, bisa mengalami perdarahan.
Vena varikosa di rektum juga bisa mengalami perdarahan, meskipun sangat jarang terjadi.
DIAGNOSA
Pembesaran limpa biasanya bisa dirasakan/diraba melalui dinding perut.
Cairan di perut bisa diketahui dari adanya pembengkakan perut dan pemeriksaan perkusi perut memberikan hasil suara yang tumpul.
USG dilakukan untuk memeriksa aliran darah di dalam pembuluh darah portal dan bisa menunjukkan adanya pengumpulan carian di perut.
CT scan juga bisa digunakan untuk memeriksa pelebaran pembuluh vena.
Tekanan dalam sistem portal bisa diukur secara langsung dengan memasukkan jarum melalui dinding perut ke dalam hati atau limpa.
PENGOBATAN
Untuk mengurangi resiko perdarahan karena varises esofageal, diusahakan untuk menurunkan tekanan di dalam vena porta, yaitu dengan pemberian propanolol, obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi.
Perdarahan pada varises esofageal merupakan keadaan darurat.
Vasopresin atau octreotide bisa diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah) untuk mengkerutkan vena yang berdarah.
Transfusi darah dilakukan untuk menggantikan darah yang hilang.
Biasanya dilakukan pemeriksaan endoskopik untuk memastikan bahwa perdarahan berasal dari varises esofageal. Selama prosedur ini dilakukan penyumbatan dengan tali karet atau penyuntikan bahan kimia.
Jika perdarahan berlanjut, dimasukkan kateter dengan balon di ujungnya, melalui hidung menuju ke kerongkongan. Pemompaan balon akan menekan vena varikosa dan biasanya bisa menghentikan perdarahan.
Jika perdarahan berlanjut atau berulang, dilakukan pembedahan untuk membuat jalan pintas (shunt), diantara sistem vena portal dengan sistem vena besar. Hal ini akan menurunkan tekanan di dalam vena porta, karena tekanan di dalam sistem vena besar lebih rendah.
Pembedahan shunt biasanya berhasil menghentikan perdarahan, tetapi relatif berbahaya. Pembedahan ini juga meningkatkan resiko terjadinya kelainan fungsi otak karena kegagalan hati (ensefalopati hepatikum).
Ensefalopati Hepatikum (Ensefalopati Sistem Portal, Koma Hepatikum)
Ensefalopati Hepatikum (Ensefalopati Sistem Portal, Koma Hepatikum) adalah suatu kelainan dimana fungsi otak mengalami kemunduran akibat zat-zat racun di dalam darah, yang dalam keadaan normal dibuang oleh hati.
PENYEBAB
Bahan-bahan yang diserap ke dalam aliran darah dari usus, akan melewati hati, dimana racun-racunnya dibuang.
Pada ensefalopati hepatikum, yang terjadi adalah:
- racun-racun ini tidak dibuang karena fungsi hati terganggu
- telah terbentuk hubungan antara sistem portal dan sirkulasi umum (sebagai akibat dari penyakit hati), sehingga beberapa racun tidak melewati hati
- pembedahan bypass untuk memperbaiki hipertensi portal (shunt sistem portal) juga akan menyebabkan beberapa racun tidak melewati hati.
Apapun penyebabnya, akibatnya adalah sampainya racun di otak dan mempengaruhi fungsi otak.
Bahan apa yang bersifat racun terhadap otak, secara pasti belum diketahui. Tetapi tingginya kadar hasil pemecahan protein dalam darah, misalnya amonia, tampaknya memegang peranan yang penting.
Pada penderita penyakit hati menahun, ensefalopati biasanya dipicu oleh:
- infeksi akut
- pemakaian alkohol
- terlalu banyak makan protein, yang akan meningkatkan kadar hasil pemecahan protein dalam darah
- perdarahan pada saluran pencernaan, misalnya karena varises esofageal, juga bisa menyebabkan bertumpuknya hasil pemecahan protein, yang secara langsung bisa mengenai otak
- obat-obat tertentu, terutama obat tidur, obat pereda nyeri dan diuretik.
GEJALA
Gejalanya merupakan akibat dari menurunnya fungsi otak, yang utama adalah gangguan kesadaran.
Pada stadium awal, perubahan yang hampir tak kentara terjadi pada pemikiran logis, kepribadian dan tingkah laku.
Suasana hati penderita bisa berubah dan terjadi gangguan dalam menyatakan pendapatnya.
Sejalan dengan berkembangnya penyakit, penderita menjadi mengantuk dan bingung, dan malas bergerak dan bercakap-cakap.
Sering terjadi disorientasi.
Pada akhirnya penderita akan kehilangan kesadarannya dan jatuh ke dalam keadaan koma.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarka gejala-gejalanya.
Nafas penderita beraroma manis.
Jika lengannya direntangkan, tidak dapat ditahan dengan kuat, menunjukkan gerakan kasar seperti mengepakkan sayap.
Elektroensefalogram (EEG) bisa membantu menegakkan diagnosis pada ensefalopati dini.
Pemeriksaan darah biasanya menunjukkan kadar amonia yang tinggi.
PENGOBATAN
Faktor-faktor pemicu dicari dan dicoba untuk dihilangkan, seperti infeksi atau obat-obatan.
Juga diusahakan untuk menghilangkan bahan-bahan racun dari usus.
Dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang tidak mengandung protein dan diberikan karbohidrat sebagai sumber kalori yang utama.
Gula tiruan (laktulosa) yang diberikan per-oral (ditelan), memiliki 3 efek berikut:
- merubah keasaman usus, sehingga merubahn jenis bakteri yang ada di usus
- mengurangi penyerapan amonia
- berfungsi sebagai pencahar.
Selain laktulosa kadang diberikan neomycin, suatu antibiotik. Neomycin akan mengurangi jumlah bakteri usus yang dalam keadaan normal membantu mencerna protein.
Dengan pengobatan, ensefalopati hati sering bisa diperbaiki.
Penyembuhan total mungkin terjadi, terutama jika dipicu oleh penyebab yang bisa diatasi.
PENYEBAB
Bahan-bahan yang diserap ke dalam aliran darah dari usus, akan melewati hati, dimana racun-racunnya dibuang.
Pada ensefalopati hepatikum, yang terjadi adalah:
- racun-racun ini tidak dibuang karena fungsi hati terganggu
- telah terbentuk hubungan antara sistem portal dan sirkulasi umum (sebagai akibat dari penyakit hati), sehingga beberapa racun tidak melewati hati
- pembedahan bypass untuk memperbaiki hipertensi portal (shunt sistem portal) juga akan menyebabkan beberapa racun tidak melewati hati.
Apapun penyebabnya, akibatnya adalah sampainya racun di otak dan mempengaruhi fungsi otak.
Bahan apa yang bersifat racun terhadap otak, secara pasti belum diketahui. Tetapi tingginya kadar hasil pemecahan protein dalam darah, misalnya amonia, tampaknya memegang peranan yang penting.
Pada penderita penyakit hati menahun, ensefalopati biasanya dipicu oleh:
- infeksi akut
- pemakaian alkohol
- terlalu banyak makan protein, yang akan meningkatkan kadar hasil pemecahan protein dalam darah
- perdarahan pada saluran pencernaan, misalnya karena varises esofageal, juga bisa menyebabkan bertumpuknya hasil pemecahan protein, yang secara langsung bisa mengenai otak
- obat-obat tertentu, terutama obat tidur, obat pereda nyeri dan diuretik.
GEJALA
Gejalanya merupakan akibat dari menurunnya fungsi otak, yang utama adalah gangguan kesadaran.
Pada stadium awal, perubahan yang hampir tak kentara terjadi pada pemikiran logis, kepribadian dan tingkah laku.
Suasana hati penderita bisa berubah dan terjadi gangguan dalam menyatakan pendapatnya.
Sejalan dengan berkembangnya penyakit, penderita menjadi mengantuk dan bingung, dan malas bergerak dan bercakap-cakap.
Sering terjadi disorientasi.
Pada akhirnya penderita akan kehilangan kesadarannya dan jatuh ke dalam keadaan koma.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarka gejala-gejalanya.
Nafas penderita beraroma manis.
Jika lengannya direntangkan, tidak dapat ditahan dengan kuat, menunjukkan gerakan kasar seperti mengepakkan sayap.
Elektroensefalogram (EEG) bisa membantu menegakkan diagnosis pada ensefalopati dini.
Pemeriksaan darah biasanya menunjukkan kadar amonia yang tinggi.
PENGOBATAN
Faktor-faktor pemicu dicari dan dicoba untuk dihilangkan, seperti infeksi atau obat-obatan.
Juga diusahakan untuk menghilangkan bahan-bahan racun dari usus.
Dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang tidak mengandung protein dan diberikan karbohidrat sebagai sumber kalori yang utama.
Gula tiruan (laktulosa) yang diberikan per-oral (ditelan), memiliki 3 efek berikut:
- merubah keasaman usus, sehingga merubahn jenis bakteri yang ada di usus
- mengurangi penyerapan amonia
- berfungsi sebagai pencahar.
Selain laktulosa kadang diberikan neomycin, suatu antibiotik. Neomycin akan mengurangi jumlah bakteri usus yang dalam keadaan normal membantu mencerna protein.
Dengan pengobatan, ensefalopati hati sering bisa diperbaiki.
Penyembuhan total mungkin terjadi, terutama jika dipicu oleh penyebab yang bisa diatasi.
Kegagalan Hati
Kegagalan Hati adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan/kemunduran fungsi hati yang sangat berat.
PENYEBAB
Bisa diakibatkan oleh berbagai kelainan hati, termasuk:
- hepatitis virus
- sirosis
- kerusakan hati karena alkohol atau obat (misalnya asetaminofen).
Sebagian besar hati harus terlebih dulu mengalami kerusakan, sebelum terjadinya kegagalan hati.
GEJALA
Biasanya terjadi:
# Jaundice (sakit kuning)
# Mudah mengalami memar atau mengalami perdarahan
# Asites
# Gangguan fungsi otak (ensefalopati hepatikum)
# Keadaan kesehatan secara umum menurun.
Gejala lainnya berupa kelelahan, kelemahan, mual dan hilangnya nafsu makan.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.
Pemeriksaan darah biasanya menunjukkan kelainan fungsi hati yang berat.
PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya dan gambaran klinik tertentu.
Biasanya makanan diawasi dengan ketat.
Asupan protein dipantau dengan seksama, karena terlalu banyak protein akan menyebabkan kelainan fungsi otak, dan terlalu sedikit bisa menyebabkan penurunan berat badan.
Asupan garam dibatasi, untuk mengatasi pengumpulan cairan di perut (asites).
Alkohol harus dihindari karena bisa memperburuk kerusakan hati.
Jika segera dilakukan, pencangkokan hati bisa memperbaiki keadaan penderita.
Kegagalan hati akan berakibat fatal jika tidak diobati atau jika penyakit hatinya memburuk. Bahkan setelah diobatipun, mungkin saja tidak dapat diperbaiki.
Pada kasus yang berat, penderita bisa meninggal akibat kegagalan ginjal (sindroma hepatorenalis).
PENYEBAB
Bisa diakibatkan oleh berbagai kelainan hati, termasuk:
- hepatitis virus
- sirosis
- kerusakan hati karena alkohol atau obat (misalnya asetaminofen).
Sebagian besar hati harus terlebih dulu mengalami kerusakan, sebelum terjadinya kegagalan hati.
GEJALA
Biasanya terjadi:
# Jaundice (sakit kuning)
# Mudah mengalami memar atau mengalami perdarahan
# Asites
# Gangguan fungsi otak (ensefalopati hepatikum)
# Keadaan kesehatan secara umum menurun.
Gejala lainnya berupa kelelahan, kelemahan, mual dan hilangnya nafsu makan.
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.
Pemeriksaan darah biasanya menunjukkan kelainan fungsi hati yang berat.
PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya dan gambaran klinik tertentu.
Biasanya makanan diawasi dengan ketat.
Asupan protein dipantau dengan seksama, karena terlalu banyak protein akan menyebabkan kelainan fungsi otak, dan terlalu sedikit bisa menyebabkan penurunan berat badan.
Asupan garam dibatasi, untuk mengatasi pengumpulan cairan di perut (asites).
Alkohol harus dihindari karena bisa memperburuk kerusakan hati.
Jika segera dilakukan, pencangkokan hati bisa memperbaiki keadaan penderita.
Kegagalan hati akan berakibat fatal jika tidak diobati atau jika penyakit hatinya memburuk. Bahkan setelah diobatipun, mungkin saja tidak dapat diperbaiki.
Pada kasus yang berat, penderita bisa meninggal akibat kegagalan ginjal (sindroma hepatorenalis).
Asites
Asites adalah pengumpulan cairan di dalam rongga perut.
PENYEBAB
Asites cenderung terjadi pada penyakit menahun (kronik).
Paling sering terjadi pada sirosis, terutama yang diisebabkan oleh alkoholisme.
Asites juga bisa terjadi pada penyakit non-hati, seperti kanker, gagal jantung, gagal ginjal dan tuberkulosis.
Pada penderita penyakit hati, cairan merembes dari permukaan hati dan usus.
Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: - hipertensi portal
- menurunnya kemampuan pembuluh darah untuk menahan cairan
- tertahannya cairan oleh ginjal
- perubahan dalam berbagai hormon dan bahan kimia yang mengatur cairan tubuh.
Penyebab asites:
1. Kelainan di hati
- Sirosis, terutama yang disebabkan oleh alkoholisme
- Hepatitis alkoholik tanpa sirosis
- Hepatitis menahun
- Penyumbatan vena hepatik
2. Kelainan diluar hati
- Gagal jantung
- Gagal ginjal, terutama sindroma nefrotik
- Perikarditis konstriktiva
- Karsinomatosis, dimana kanker menyebar ke rongga perut
- Berkurangnya aktivitas tiroid
- Peradangan pankreas.
GEJALA
Jika jumlah cairan yang terkumpul tidak terlalu banyak, biasanya tidak menunjukkan gejala.
Jumlah cairan yang sangat banyak bisa menyebabkan pembengkakan perut dan rasa tidak nyaman, juga sesak nafas.
Jumlah cairan yang sangat banyak, menyebabkan perut tegang dan pusar menjadi datar, bahkan terdorong keluar.
Pada beberapa penderita, pergelangan kaki juga membengkak (edema).
DIAGNOSA
Pada pemeriksaan perkusi perut, akan terdengar suara tumpul (teredam).
USG digunakan untuk mengetahui adanya asites dan menemukan penyebabnya.
Parasintesis diagnostik dilakukan untuk memperoleh contoh cairan yang selanjutnya akan diperiksa di laboratorium.
PENGOBATAN
Pengobatan dasar dari asites adalah tirah baring dan diet rendah garam, yang biasanya dikombinasika dengan obat diuretik supaya cairan yang dibuang melalui ginjal lebih banyak jumlahnya.
Jika terjadi sesak nafas atau susah makan, dilakukan parasintesis terapeutik, dimana dimasukkan jarum untuk membuang cairan yang terkumpul.
Tetapi cairan cenderung akan terkumpul kembali, jika tidak diberikan obat diuretik.
Sejumlah besar albumin sering ikut terbuang ke dalam cairan perut, sehingga mungkin diperlukan pemberian albumin intravena (melalui pembuluh darah).
Kadang terjadi infeksi dalam cairan asites, terutama pada sirosis alkoholik.
Infeksi ini disebut peritonitis bakterialis spontan, diobati dengan antibiotik.
PENYEBAB
Asites cenderung terjadi pada penyakit menahun (kronik).
Paling sering terjadi pada sirosis, terutama yang diisebabkan oleh alkoholisme.
Asites juga bisa terjadi pada penyakit non-hati, seperti kanker, gagal jantung, gagal ginjal dan tuberkulosis.
Pada penderita penyakit hati, cairan merembes dari permukaan hati dan usus.
Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut: - hipertensi portal
- menurunnya kemampuan pembuluh darah untuk menahan cairan
- tertahannya cairan oleh ginjal
- perubahan dalam berbagai hormon dan bahan kimia yang mengatur cairan tubuh.
Penyebab asites:
1. Kelainan di hati
- Sirosis, terutama yang disebabkan oleh alkoholisme
- Hepatitis alkoholik tanpa sirosis
- Hepatitis menahun
- Penyumbatan vena hepatik
2. Kelainan diluar hati
- Gagal jantung
- Gagal ginjal, terutama sindroma nefrotik
- Perikarditis konstriktiva
- Karsinomatosis, dimana kanker menyebar ke rongga perut
- Berkurangnya aktivitas tiroid
- Peradangan pankreas.
GEJALA
Jika jumlah cairan yang terkumpul tidak terlalu banyak, biasanya tidak menunjukkan gejala.
Jumlah cairan yang sangat banyak bisa menyebabkan pembengkakan perut dan rasa tidak nyaman, juga sesak nafas.
Jumlah cairan yang sangat banyak, menyebabkan perut tegang dan pusar menjadi datar, bahkan terdorong keluar.
Pada beberapa penderita, pergelangan kaki juga membengkak (edema).
DIAGNOSA
Pada pemeriksaan perkusi perut, akan terdengar suara tumpul (teredam).
USG digunakan untuk mengetahui adanya asites dan menemukan penyebabnya.
Parasintesis diagnostik dilakukan untuk memperoleh contoh cairan yang selanjutnya akan diperiksa di laboratorium.
PENGOBATAN
Pengobatan dasar dari asites adalah tirah baring dan diet rendah garam, yang biasanya dikombinasika dengan obat diuretik supaya cairan yang dibuang melalui ginjal lebih banyak jumlahnya.
Jika terjadi sesak nafas atau susah makan, dilakukan parasintesis terapeutik, dimana dimasukkan jarum untuk membuang cairan yang terkumpul.
Tetapi cairan cenderung akan terkumpul kembali, jika tidak diberikan obat diuretik.
Sejumlah besar albumin sering ikut terbuang ke dalam cairan perut, sehingga mungkin diperlukan pemberian albumin intravena (melalui pembuluh darah).
Kadang terjadi infeksi dalam cairan asites, terutama pada sirosis alkoholik.
Infeksi ini disebut peritonitis bakterialis spontan, diobati dengan antibiotik.
Sirosis Bilier Primer
Sirosis Bilier Primer adalah peradangan saluran empedu di hati, yang pada akhirnya membentuk jaringan parut dan menyebabkan penyumbatan.
Penyakit ini paling sering terjadi pada wanita usia 35-60 tahun, meskipun dapat terjadi pada pria dan wanita segala usia.
PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tapi biasanya terjadi pada penderita penyakit autoimun sepert artritis rematoid, skleroderma atau tiroiditis autoimun.
Sirosis bilier primer bermula dari peradangan saluran empedu di hati. Peradangan tersebut menghalangi pengaliran empedu dari hati, karena itu empedu tetap berada dalam sel-sel hati atau mengalir ke dalam aliran darah.
Sejalan dengan penyebaran peradangan ke seluruh bagian hati, akan terbentuk jaringan parut yang meliputi seluruh bagian hati.
GEJALA
Biasanya gejala sirosis bilier primer dimulai secara bertahap.
Pada sekitar 50% penderita, gejala awalnya berupa gatal-gatal dan kadang kelelahan, yang timbul beberapa bulan atau beberapa tahun sebelum gejala lainnya muncul.
Pada pemeriksaan fisik, ditemukan pembesaran hati pada sekitar 50% penderita dan pembesaran limpa pada sekitar 25% penderita.
Sekitar 25% penderita memiliki endapan kuning kecil di kulitnya (xantoma) atau pada kelopak matanya (xantelasma).
10% akan berkembang menjadi pigmentasi kulit.
Kurang dari 10% penderita mengalami jaundice.
Gejala lainnya berupa pembengkakan ujung jari (clubbing/jari tabuh) dan kelainan pada tulang, saraf dan ginjal.
Tinja tampak pucat, berminyak dan berbau busuk.
Selanjutnya bisa terjadi semua gejala dan komplikasi dari sirosis.
DIAGNOSA
Setidaknya 30% penderita terdiagnosis sebelum gejalanya timbul karena ditemukannya kelainan pada pemeriksan darah rutin.
Antibodi terhadap mitokondria ditemukan dalam darah pada lebih dari 90% penderita.
Jika terdapat jaundice atau kelainan pada pemeriksaan hati, dilakukan pemeriksaan kolangiopankreatografi endoskopik retrograd. Foto rontgen dilakukan setelah penyuntikan zat radioopak ke dalam saluran empedu melalui endoskopi. Hal ini akan menunjukkan bahwa tidak terdapat penyumbatan di dalam saluran empedu dan kelainan terletak di hati.
Diagnosis diperkuat dengan pemeriksaan mikroskopik dari jaringan hati yang diperoleh melalui biopsi.
PENGOBATAN
Gatal yang timbul dapat diatasi dengan obat, yaitu cholestyramine.
Tambahan kalsium dan vitamin A, D, dan K mungkin diperlukan karena zat-zat tersebut tidak dapat diserap dengan baik, sebagai akibat dari berkurangnya empedu.
Pemberian ursodiol (Asam Ursodeoksikolat) tampaknya mengurangi perburukan penyakit dan secara umum dapat ditoleransi oleh penderita.
Transplantasi hati merupakan pengobatan yang terbaik untuk stadium akhir penyakit yang diikuti dengan komplikasi.
PROGNOSIS
Perkembangan penyakit ini sangat bervariasi.
Pada awalnya penyakit ini tidak mempengaruhi kualitas hidup penderitanya dan memiliki prognosis yang baik.
Penderita yang penyakitnya memburuk secara lambat, bisa bertahan hidup lebih lama.
Pada beberapa penderita, penyakit ini sangat memburuk, dan dalam beberapa tahun menjadi sirosis yang berat.
Pada penderita yang memiliki kadar bilirubin yang tinggi (jaundice), prognosisnya buruk.
Pada sebagian besar penderita terjadi penyakit tulang metabolik (osteoporosis).(medicastore)
Penyakit ini paling sering terjadi pada wanita usia 35-60 tahun, meskipun dapat terjadi pada pria dan wanita segala usia.
PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tapi biasanya terjadi pada penderita penyakit autoimun sepert artritis rematoid, skleroderma atau tiroiditis autoimun.
Sirosis bilier primer bermula dari peradangan saluran empedu di hati. Peradangan tersebut menghalangi pengaliran empedu dari hati, karena itu empedu tetap berada dalam sel-sel hati atau mengalir ke dalam aliran darah.
Sejalan dengan penyebaran peradangan ke seluruh bagian hati, akan terbentuk jaringan parut yang meliputi seluruh bagian hati.
GEJALA
Biasanya gejala sirosis bilier primer dimulai secara bertahap.
Pada sekitar 50% penderita, gejala awalnya berupa gatal-gatal dan kadang kelelahan, yang timbul beberapa bulan atau beberapa tahun sebelum gejala lainnya muncul.
Pada pemeriksaan fisik, ditemukan pembesaran hati pada sekitar 50% penderita dan pembesaran limpa pada sekitar 25% penderita.
Sekitar 25% penderita memiliki endapan kuning kecil di kulitnya (xantoma) atau pada kelopak matanya (xantelasma).
10% akan berkembang menjadi pigmentasi kulit.
Kurang dari 10% penderita mengalami jaundice.
Gejala lainnya berupa pembengkakan ujung jari (clubbing/jari tabuh) dan kelainan pada tulang, saraf dan ginjal.
Tinja tampak pucat, berminyak dan berbau busuk.
Selanjutnya bisa terjadi semua gejala dan komplikasi dari sirosis.
DIAGNOSA
Setidaknya 30% penderita terdiagnosis sebelum gejalanya timbul karena ditemukannya kelainan pada pemeriksan darah rutin.
Antibodi terhadap mitokondria ditemukan dalam darah pada lebih dari 90% penderita.
Jika terdapat jaundice atau kelainan pada pemeriksaan hati, dilakukan pemeriksaan kolangiopankreatografi endoskopik retrograd. Foto rontgen dilakukan setelah penyuntikan zat radioopak ke dalam saluran empedu melalui endoskopi. Hal ini akan menunjukkan bahwa tidak terdapat penyumbatan di dalam saluran empedu dan kelainan terletak di hati.
Diagnosis diperkuat dengan pemeriksaan mikroskopik dari jaringan hati yang diperoleh melalui biopsi.
PENGOBATAN
Gatal yang timbul dapat diatasi dengan obat, yaitu cholestyramine.
Tambahan kalsium dan vitamin A, D, dan K mungkin diperlukan karena zat-zat tersebut tidak dapat diserap dengan baik, sebagai akibat dari berkurangnya empedu.
Pemberian ursodiol (Asam Ursodeoksikolat) tampaknya mengurangi perburukan penyakit dan secara umum dapat ditoleransi oleh penderita.
Transplantasi hati merupakan pengobatan yang terbaik untuk stadium akhir penyakit yang diikuti dengan komplikasi.
PROGNOSIS
Perkembangan penyakit ini sangat bervariasi.
Pada awalnya penyakit ini tidak mempengaruhi kualitas hidup penderitanya dan memiliki prognosis yang baik.
Penderita yang penyakitnya memburuk secara lambat, bisa bertahan hidup lebih lama.
Pada beberapa penderita, penyakit ini sangat memburuk, dan dalam beberapa tahun menjadi sirosis yang berat.
Pada penderita yang memiliki kadar bilirubin yang tinggi (jaundice), prognosisnya buruk.
Pada sebagian besar penderita terjadi penyakit tulang metabolik (osteoporosis).(medicastore)
Kolangitis Sklerotik Primer
Kolangitis Sklerotik Primer adalah peradangan saluran empedu di dalam dan di luar hati, yang pada akhirnya membentuk jaringan parut dan menyebabkan penyumbatan.
PENYEBAB
Pada kolangitis sklerotik primer, pembentukan jaringan parut akan mempersempit dan akhirnya menyumbat saluran, menyebabkan sirosis.
Penyebabnya tidak diketahui, tapi tampaknya berhubungan dengan kelainan sistem kekebalan.
Penyakit ini sering menyerang laki-laki muda.
Biasanya terjadi pada penderita penyakit radang usus seperti kolitis ulserativa.
GEJALA
Penyakit ini biasanya dimulai secara bertahap dengan kelelahan yang amat sangat, gatal-gatal dan jaundice.
Bisa terjadi serangan nyeri perut bagian atas dan demam karena terjadinya peradangan pada saluran empedu, tetapi sangat jarang.
Terdapat pembesaran hati dan limpa, atau gejala-gejala sirosis.
Bisa juga terjadi hipertensi portal, asites dan kegagalan hati, yang bisa berakibat fatal.
KOMPLIKASI
Infeksi berulang dari saluran empedu (kolangitis bakterialis) merupakan komplikasi dari penyakit ini dan membutuhkan pengobatan antibiotik.
Kanker saluran empedu (kolangiokarsinoma) terjadi pada 10-15% penderita.
Tumor ini tumbuh lambat dan pengobatannya berupa prosedur endoskopik untuk memasukkan suatu alat ke dalam saluran empedu, guna membuka saluran yang tersumbat. Kadang perlu dilakukan pembedahan.
DIAGNOSA
Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan kolangiopankreatografi endoskopik retrograd atau kolangiografi perkutaneus.
Pada kolangiopankreatografi endoskopik retrograd, rontgen dilakukan setelah penyuntikan bahan radiopak ke dalam salluran empedu melalui suatu endoskopi.
Pada kolangiografi perkutaneus, foto rontgen diambil setelah penyuntikan langsung zat radioopak ke dalam saluran empedu.
Mungkin diperlukan pemeriksaan mikroskopik dari jaringan hati yang diperoleh melalui biopsi, untuk memperkuat diagnosis.
PENGOBATAN
Obat-obatan seperti kortikosteroid, azatioprin, penisilamin dan metotreksat tidak terbukti efektif dan menyebabkan efek samping yang berat.
Efektivitas ursodiol juga masih belum jelas.
Kolangitis sklerotik primer mungkin memerlukan pencangkokan hati, yang merupakan satu-satunya pengobatan yang diketahui untuk penyakit ini.
Penyempitan saluran bisa dilebarkan melalui prosedur endoskopik atau pembedahan.
PENYEBAB
Pada kolangitis sklerotik primer, pembentukan jaringan parut akan mempersempit dan akhirnya menyumbat saluran, menyebabkan sirosis.
Penyebabnya tidak diketahui, tapi tampaknya berhubungan dengan kelainan sistem kekebalan.
Penyakit ini sering menyerang laki-laki muda.
Biasanya terjadi pada penderita penyakit radang usus seperti kolitis ulserativa.
GEJALA
Penyakit ini biasanya dimulai secara bertahap dengan kelelahan yang amat sangat, gatal-gatal dan jaundice.
Bisa terjadi serangan nyeri perut bagian atas dan demam karena terjadinya peradangan pada saluran empedu, tetapi sangat jarang.
Terdapat pembesaran hati dan limpa, atau gejala-gejala sirosis.
Bisa juga terjadi hipertensi portal, asites dan kegagalan hati, yang bisa berakibat fatal.
KOMPLIKASI
Infeksi berulang dari saluran empedu (kolangitis bakterialis) merupakan komplikasi dari penyakit ini dan membutuhkan pengobatan antibiotik.
Kanker saluran empedu (kolangiokarsinoma) terjadi pada 10-15% penderita.
Tumor ini tumbuh lambat dan pengobatannya berupa prosedur endoskopik untuk memasukkan suatu alat ke dalam saluran empedu, guna membuka saluran yang tersumbat. Kadang perlu dilakukan pembedahan.
DIAGNOSA
Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan kolangiopankreatografi endoskopik retrograd atau kolangiografi perkutaneus.
Pada kolangiopankreatografi endoskopik retrograd, rontgen dilakukan setelah penyuntikan bahan radiopak ke dalam salluran empedu melalui suatu endoskopi.
Pada kolangiografi perkutaneus, foto rontgen diambil setelah penyuntikan langsung zat radioopak ke dalam saluran empedu.
Mungkin diperlukan pemeriksaan mikroskopik dari jaringan hati yang diperoleh melalui biopsi, untuk memperkuat diagnosis.
PENGOBATAN
Obat-obatan seperti kortikosteroid, azatioprin, penisilamin dan metotreksat tidak terbukti efektif dan menyebabkan efek samping yang berat.
Efektivitas ursodiol juga masih belum jelas.
Kolangitis sklerotik primer mungkin memerlukan pencangkokan hati, yang merupakan satu-satunya pengobatan yang diketahui untuk penyakit ini.
Penyempitan saluran bisa dilebarkan melalui prosedur endoskopik atau pembedahan.
Kekurangan Alfa1-Antitripsin
Kekurangan Alfa1-Antitripsin adalah suatu penyakit keturunan, dimana kekurangan alfa1-antitripsin bisa menyebabkan penyakit paru-paru dan hati.
PENYEBAB
Alfa1-antitripsin adalah salah satu enzim yang dihasilkan oleh hati dan ditemukan dalam air liur, cairan usus dua belas jari, sekresi paru-paru, air mata, sekresi hidung dan cairan serebrospinal.Enzim ini akan mencegah kerja enzim-enzim lainnya yang berfungsi memecah protein.
Kekurangan Alfa1-antitripsin memungkinkan enzim-enzim lainnya merusak jaringan paru-paru.
Kekurangan enzim ini dalam darah, menunjukkan kegagalan hati dalam mengeluarkan alfa1-antitripsin.
Enzim yang tetap berada dalam sel-sel hati bisa menyebabkan kerusakan, fibrosis (jaringan parut) dan sirosis.
GEJALA
Sekitar 25% anak-anak dengan penyakit ini akan mengalami sirosis dan hipertensi portal, dan kemudian akan meninggal sebelum usianya mencapai 12 tahun.
Sekitar 25% meninggal di usia 20 tahun dan 25% lainnya hanya memiliki kelainan hati minimal dan hidup sampai usia dewasa.
25% sisanya tidak menunjukan kelainan yang bersifat progresif.
Kekurangan alfa1-antitripsin jarang terjadi pada dewasa, dan kalaupun terjadi, tidak menyebabkan sirosis. Yang lebih sering ditemukan adalah penderita dewasa yang memiliki emfisema, penyakit paru-paru yang menyebabkan sesak nafas.
Pada akhirnya bisa terjadi kanker hati.
PENGOBATAN
Terapi sulih enzim dengan alfa1-antitripsin buatan tampaknya menjanjikan, tetapi pencangkokan hati tetap merupakan satu-satunya pengobatan yang efektif.
Kerusakan hati biasanya tidak akan berulang pada hati yang dicangkokan.
Pengobatan pada dewasa biasanya langsung pada kelainan parunya, termasuk mencegah infeksi dan berhenti merokok.
PENYEBAB
Alfa1-antitripsin adalah salah satu enzim yang dihasilkan oleh hati dan ditemukan dalam air liur, cairan usus dua belas jari, sekresi paru-paru, air mata, sekresi hidung dan cairan serebrospinal.Enzim ini akan mencegah kerja enzim-enzim lainnya yang berfungsi memecah protein.
Kekurangan Alfa1-antitripsin memungkinkan enzim-enzim lainnya merusak jaringan paru-paru.
Kekurangan enzim ini dalam darah, menunjukkan kegagalan hati dalam mengeluarkan alfa1-antitripsin.
Enzim yang tetap berada dalam sel-sel hati bisa menyebabkan kerusakan, fibrosis (jaringan parut) dan sirosis.
GEJALA
Sekitar 25% anak-anak dengan penyakit ini akan mengalami sirosis dan hipertensi portal, dan kemudian akan meninggal sebelum usianya mencapai 12 tahun.
Sekitar 25% meninggal di usia 20 tahun dan 25% lainnya hanya memiliki kelainan hati minimal dan hidup sampai usia dewasa.
25% sisanya tidak menunjukan kelainan yang bersifat progresif.
Kekurangan alfa1-antitripsin jarang terjadi pada dewasa, dan kalaupun terjadi, tidak menyebabkan sirosis. Yang lebih sering ditemukan adalah penderita dewasa yang memiliki emfisema, penyakit paru-paru yang menyebabkan sesak nafas.
Pada akhirnya bisa terjadi kanker hati.
PENGOBATAN
Terapi sulih enzim dengan alfa1-antitripsin buatan tampaknya menjanjikan, tetapi pencangkokan hati tetap merupakan satu-satunya pengobatan yang efektif.
Kerusakan hati biasanya tidak akan berulang pada hati yang dicangkokan.
Pengobatan pada dewasa biasanya langsung pada kelainan parunya, termasuk mencegah infeksi dan berhenti merokok.
Perlemakan Hati (Fatty Liver)
Perlemakan Hati (Fatty Liver) merupakan pengumpulan lemak (lipid) yang berlebihan di dalam sel-sel hati.
PENYEBAB
Penyebab dari fatty liver adalah sebagai berikut:
1. Kegemukan (obesitas)
2. Kencing manis (diabetes)
3. Bahan kimia dan obat-obatan (contohnya alkohol, kortikosteroid, tetrasiklin, asam valproat, metotreksat, karbon tetraklorid, fosfor kuning)
4. Kurang gizi dan diet rendah protein
5. Kehamilan
6. Keracunan vitamin A
7. Operasi bypass pada usus kecil
8. Fibrosis kistik (bersamaan dengan kurang gizi)
9. Kelainan bawaan pada metabolisme glikogen, galaktose, tirosin atau homosistin
10. Kekurangan rantai-medium arildehidrogenase
11. Kekurangan kolesterol esterase
12. Penyakit penumpukan asam fitanik (penyakit Refsum)
13. Abetalipoproteinemia
14. Sindroma Reye.
GEJALA
Fatty liver biasanya tidak menyebabkan gejala-gejala.
Kadang bisa menimbulkan sakit kuning (jaundice), mual, muntah, nyeri dan nyeri tumpul di perut.
DIAGNOSA
Jika pemeriksaan fisik menunjukkan pembesaran hati tanpa gejala-gejala lainnya, maka diduga merupakan suatu fatty liver.
Diagnosis bisa diperkuat dengan melakukan biopsi hati, dimana digunakan jarum berlubang untuk mendapatkan contoh jaringan yang akan diperiksa dengan mikroskop.
PENGOBATAN
Kelebihan lemak di dalam hati sebetulnya bukan merupakan masalah yang serius. Tujuan dari pengobatan adalah menghilangkan penyebabnya atau mengobati penyakit yang mendasarinya.
Bila hati secara berulang mendapat pemaparan dari bahan-bahan racun seperti alkohol, pada akhirnya fatty liver akan berkembang menjadi sirosis.

PENYEBAB
Penyebab dari fatty liver adalah sebagai berikut:
1. Kegemukan (obesitas)
2. Kencing manis (diabetes)
3. Bahan kimia dan obat-obatan (contohnya alkohol, kortikosteroid, tetrasiklin, asam valproat, metotreksat, karbon tetraklorid, fosfor kuning)
4. Kurang gizi dan diet rendah protein
5. Kehamilan
6. Keracunan vitamin A
7. Operasi bypass pada usus kecil
8. Fibrosis kistik (bersamaan dengan kurang gizi)
9. Kelainan bawaan pada metabolisme glikogen, galaktose, tirosin atau homosistin
10. Kekurangan rantai-medium arildehidrogenase
11. Kekurangan kolesterol esterase
12. Penyakit penumpukan asam fitanik (penyakit Refsum)
13. Abetalipoproteinemia
14. Sindroma Reye.
GEJALA
Fatty liver biasanya tidak menyebabkan gejala-gejala.
Kadang bisa menimbulkan sakit kuning (jaundice), mual, muntah, nyeri dan nyeri tumpul di perut.
DIAGNOSA
Jika pemeriksaan fisik menunjukkan pembesaran hati tanpa gejala-gejala lainnya, maka diduga merupakan suatu fatty liver.
Diagnosis bisa diperkuat dengan melakukan biopsi hati, dimana digunakan jarum berlubang untuk mendapatkan contoh jaringan yang akan diperiksa dengan mikroskop.
PENGOBATAN
Kelebihan lemak di dalam hati sebetulnya bukan merupakan masalah yang serius. Tujuan dari pengobatan adalah menghilangkan penyebabnya atau mengobati penyakit yang mendasarinya.
Bila hati secara berulang mendapat pemaparan dari bahan-bahan racun seperti alkohol, pada akhirnya fatty liver akan berkembang menjadi sirosis.
Sirosis Hati
Sirosis adalah perusakan jaringan hati normal yang meninggalkan jaringan parut yang tidak berfungsi di sekeliling jaringan hati yang masih berfungsi.
PENYEBAB
Penyakit yang menyebabkan kerusakan hati akan mengakibatkan sirosis.
Di AS, penyebab paling sering adalah penyalahgunaan alkohol. Pada usis 45-65 tahun, sirosis merupakan penyebab kematian ketiga, setelah penyakit jantung dan kanker.
Di beberapa negara Asia dan Afrika, penyebab utama dari sirosis adalah hepatitis kronis.
Penyebab sirosis adalah:
1. Penyalahgunaan alkohol
2. Penggunaan obat-obatan tertentu
3. Pemaparan terhadap bahan kimia tertentu
4. Infeksi (termasuk hepatitis B dan hepatitis C)
5. Penyakit autoimun (termasuk hepatitis autoimun menahun)
6. Penyumbatan saluran empedu
7. Sumbatan menetap pada aliran darah dari hati (misalnya sindroma Budd-Chiari)
8. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah
9. Kekurangan alfa-1-antitripsin
10. Kadar galaktosa tinggi dalam darah
11. Kadar tirosin tinggi dalam darah pada saat lahir (tirosinosis kongenitalis)
12. Penyakit penimbunan glikogen
13. Kencing manis (diabetes)
14. Kurang gizi
15. Penumpukan tembaga yang berlebihan bawaan (penyakit Wilson)
16. Kelebihan zat besi (hemokromatosis).
GEJALA
Beberapa penderita sirosis ringan tidak memiliki gejala dan nampak sehat selama bertahun-tahun.
Penderita lainnya mengalami kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan dan merasa sakit.
Jika aliran empedu tersumbat selama bertahun-tahun, bisa terjadi sakit kuning (jaundice), gatal-gatal dan timbul nodul kecil di kulit yang berwarna kuning, terutama di sekeliling kelopak mata.
Malnutrisi biasa terjadi karena buruknya nafsu makan dan terganggunya penyerapan lemak dan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak, yang disebabkan oleh berkurangnya produksi garam-garam empedu.
Kadang-kadang terjadi batuk darah atau muntah darah karena adanya perdarahan dari vena varikosa di ujung bawah kerongkongan (varises esofageal).
Pelebaran pembuluh darah ini merupakan akibat dari tingginya tekanan darah dalam vena yang berasal dari usus menunju ke hati. Tekanan darah tinggi ini disebut sebagai hipertensi portal, yang bersamaan dengan jeleknya fungsi hati, juga bisa menyebabkan terkumpulnya cairan di dalam perut (asites).
Bisa juga terjadi gagal ginjal dan ensefalopati hepatikum.
Gejala-gejala penyakit hati lainnya bisa terjadi, seperti:
- kelemahan otot
- kemerahan di telapak tangan (eritema palmaris)
- jari-jari tangan melekuk keatas (kontraktur telapak tangan Dupuytren)
- vena-vena kecil yang memberikan gambaran seperti laba-laba
- pembesaran payudara pada laki-laki (ginekomastia)
- pembesaran kelenjar ludah di pipi
- rambut rontok
- buah pelir mengecil (atrofi testis)
- fungsi saraf abnormal (neuropati perifer).
DIAGNOSA
USG bisa menunjukkan adanya pembesaran hati.
Skening hati menggunakan isotop radioaktif menunjukkan gambaran daerah hati yang masih berfungsi dan daerah hati yang sudah menjadi jaringan parut.
Diagnosis pasti dibuat berdasarkan pemeriksaan mikroskopis dari jaringan hati (biopsi).
PENGOBATAN
Pengobatan untuk sirosis berupa:
# menghilangkan sumber racun (misalnya alkohol)
# asupan makanan yang tepat, termasuk vitamin tambahan
# pengobatan komplikasi.
Pencangkokan hati efektif dilakukan pada penderita yang sirosisnya telah berkembang. Tetapi bila penderita tetap mengkonsumsi alkohol atau jika penyebabnya tidak dapat diatasi, maka hati yang dicangkokkan pada akhirnya juga bisa mengalami sirosis.
PROGNOSIS
Sirosis berkembang sangat cepat.
Jika penderita sirosis alkoholik dini segera berhenti mengkonsumsi alkohol, proses pembentukan jaringan parut di hati biasanya akan berhenti, tetapi jaringan parut yang terbentuk akan menetap.
Secara umum, prognosisnya lebih buruk bila terjadi komplikasi serius, seperti muntah darah, asites atau fungsi otak abnormal.
Kanker hati (karsinoma hepatoseluler) lebih sering terjadi pada penderita sirosis yang disebabkan oleh infeksi hepatitis B atau hepatitis C, kelebihan zat besi (hemokromatosis) dan penyakit penimbunan glikogen yang sudah berlangsung lama.
Kanker hati juga bisa terjadi pada penderita sirosis karena penyalahgunaan alkohol. (medicastore)
PENYEBAB
Penyakit yang menyebabkan kerusakan hati akan mengakibatkan sirosis.
Di AS, penyebab paling sering adalah penyalahgunaan alkohol. Pada usis 45-65 tahun, sirosis merupakan penyebab kematian ketiga, setelah penyakit jantung dan kanker.
Di beberapa negara Asia dan Afrika, penyebab utama dari sirosis adalah hepatitis kronis.
Penyebab sirosis adalah:
1. Penyalahgunaan alkohol
2. Penggunaan obat-obatan tertentu
3. Pemaparan terhadap bahan kimia tertentu
4. Infeksi (termasuk hepatitis B dan hepatitis C)
5. Penyakit autoimun (termasuk hepatitis autoimun menahun)
6. Penyumbatan saluran empedu
7. Sumbatan menetap pada aliran darah dari hati (misalnya sindroma Budd-Chiari)
8. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah
9. Kekurangan alfa-1-antitripsin
10. Kadar galaktosa tinggi dalam darah
11. Kadar tirosin tinggi dalam darah pada saat lahir (tirosinosis kongenitalis)
12. Penyakit penimbunan glikogen
13. Kencing manis (diabetes)
14. Kurang gizi
15. Penumpukan tembaga yang berlebihan bawaan (penyakit Wilson)
16. Kelebihan zat besi (hemokromatosis).
GEJALA
Beberapa penderita sirosis ringan tidak memiliki gejala dan nampak sehat selama bertahun-tahun.
Penderita lainnya mengalami kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan dan merasa sakit.
Jika aliran empedu tersumbat selama bertahun-tahun, bisa terjadi sakit kuning (jaundice), gatal-gatal dan timbul nodul kecil di kulit yang berwarna kuning, terutama di sekeliling kelopak mata.
Malnutrisi biasa terjadi karena buruknya nafsu makan dan terganggunya penyerapan lemak dan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak, yang disebabkan oleh berkurangnya produksi garam-garam empedu.
Kadang-kadang terjadi batuk darah atau muntah darah karena adanya perdarahan dari vena varikosa di ujung bawah kerongkongan (varises esofageal).
Pelebaran pembuluh darah ini merupakan akibat dari tingginya tekanan darah dalam vena yang berasal dari usus menunju ke hati. Tekanan darah tinggi ini disebut sebagai hipertensi portal, yang bersamaan dengan jeleknya fungsi hati, juga bisa menyebabkan terkumpulnya cairan di dalam perut (asites).
Bisa juga terjadi gagal ginjal dan ensefalopati hepatikum.
Gejala-gejala penyakit hati lainnya bisa terjadi, seperti:
- kelemahan otot
- kemerahan di telapak tangan (eritema palmaris)
- jari-jari tangan melekuk keatas (kontraktur telapak tangan Dupuytren)
- vena-vena kecil yang memberikan gambaran seperti laba-laba
- pembesaran payudara pada laki-laki (ginekomastia)
- pembesaran kelenjar ludah di pipi
- rambut rontok
- buah pelir mengecil (atrofi testis)
- fungsi saraf abnormal (neuropati perifer).
DIAGNOSA
USG bisa menunjukkan adanya pembesaran hati.
Skening hati menggunakan isotop radioaktif menunjukkan gambaran daerah hati yang masih berfungsi dan daerah hati yang sudah menjadi jaringan parut.
Diagnosis pasti dibuat berdasarkan pemeriksaan mikroskopis dari jaringan hati (biopsi).
PENGOBATAN
Pengobatan untuk sirosis berupa:
# menghilangkan sumber racun (misalnya alkohol)
# asupan makanan yang tepat, termasuk vitamin tambahan
# pengobatan komplikasi.
Pencangkokan hati efektif dilakukan pada penderita yang sirosisnya telah berkembang. Tetapi bila penderita tetap mengkonsumsi alkohol atau jika penyebabnya tidak dapat diatasi, maka hati yang dicangkokkan pada akhirnya juga bisa mengalami sirosis.
PROGNOSIS
Sirosis berkembang sangat cepat.
Jika penderita sirosis alkoholik dini segera berhenti mengkonsumsi alkohol, proses pembentukan jaringan parut di hati biasanya akan berhenti, tetapi jaringan parut yang terbentuk akan menetap.
Secara umum, prognosisnya lebih buruk bila terjadi komplikasi serius, seperti muntah darah, asites atau fungsi otak abnormal.
Kanker hati (karsinoma hepatoseluler) lebih sering terjadi pada penderita sirosis yang disebabkan oleh infeksi hepatitis B atau hepatitis C, kelebihan zat besi (hemokromatosis) dan penyakit penimbunan glikogen yang sudah berlangsung lama.
Kanker hati juga bisa terjadi pada penderita sirosis karena penyalahgunaan alkohol. (medicastore)
Tumor Hati
Tumor hati bisa jinak (benigna) maupun ganas (maligna).
Tumor yang ganas bisa berasal dari hati atau merupakan penyebaran (metasatase) dari bagian tubuh yang lain.
Tumor ganas yang berasal dari hati disebut kanker hati primer dan yang berasal dari bagian tubuh yang lain disebut kanker metastatik.
Sebagian besar kanker hati merupakan kanker metastatik.
Tumor hati yang jinak relatif sering ditemukan, tetapi biasanya tidak menimbulkan gejala-gejala.
Sebagian besar ditemukan pada saat penderita menjalani pemeriksaan skening (misalnya USG, CT atau MRI), untuk alasan lainnya.
Beberapa jenis tumor jinak ini menyebabkan hati jadi membesar atau mengalami perdarahan ke dalam rongga perut.
Hati biasanya berfungsi secara normal, sehingga pemeriksaan darah memberikan hasil yang normal atau hanya terjadi peningkatan yang ringan dari kadar enzim-enzim hati.
Yang merupakan tumor jinak hati:
# Adenoma hepatoseluler
# Hemangioma
Yang merupakan tumor ganas hati:
# Hepatoma
# Kolangiokarsinoma
# Hepatoblastoma
# Angiosarkoma.
ADENOMA HEPATOSELULER
Adenoma Hepatoseluler adalah tumor jinak hati yang sering ditemukan.
Adenoma hepatoseluler terutama terjadi pada wanita usia produktif, kemungkinan karena penggunaan pil KB meningkatkan resiko terjadinya tumor ini.
Adenoma hepatoseluler biasanya tidak menunjukkan gejala, sehingga sebgaian besar tidak dapat terdeteksi.
Meskipun jarang, adenoma ini bisa pecah tiba-tiba dan menyebabkan perdarahan ke rongga perut, sehingga perlu dilakukan pembedahan darurat.
Adenoma sangat jarang berkembang menjadi tumor yang ganas.
Adenoma yang disebabkan oleh pil KB sering menghilang setelah pemakaian pil KB dihentikan.
HEMANGIOMA
Hemangioma adalah tumor jinak hati yang terbentuk dari massa pembuluh darah yang abnormal.
Sekitar 1-5% dewasa memiliki hemangioma hati yang kecil, yang tidak menimbulkan gejala-gejala.
Pada bayi, hemangioma yang besar kadang menimbulkan gejala yang mengarah kepada ditemukannya penyakit ini, seperti pembekuan darah yang menyebar luas dan kegagalan hati. Pada keadaan ini mungkin perlu dilakukan tindakan pembedahan.
Tumor ini biasanya terdiagnosis hanya jika penderita menjalani pemeriksaan USG atau CT scan.
Hemangioma kecil yang tidak menyebabkan gejala, biasanya tidak membutuhkan pengobatan.
KANKER HATI PRIMER LAINNYA
Kolangiokarsinoma
Merupakan kanker yang berasal dari lapisan saluran empedu di dalam hati atau di dalam saluran empedu.
Di negara Timur, infestasi hati oleh parasit (cacing pipih/cacing pita), diduga berperan pada terjadinya kanker ini.
Pada penderita kolitis ulserativa dan kolangitis sklerotik menahun, kadang terjadi kolangiokarsinoma.
Hepatoblastoma
Hepatoblastoma merupakan kanker yang lebih sering ditemukan pada bayi.
Kadang muncul pada anak-anak yang lebih besar dan bisa menghasilkan hormon gonadotropin yang akan menyebabkan terjadinya pubertas dini.
Hepatoblastoma biasanya terdeteksi karena menyebabkan menurunnya keadaan kesehatan secara umum dan menyebabkan terbentuknya massa yang besar di perut kanan bagian atas.
Angiosarkoma
Angiosarkoma adalah kanker yang jarang, yang berasal dari pembuluh darah di hati.
Angiosarkoma bisa disebabkan oleh pemaparan vinil klorida di tempat kerja.
Kolangiosarkoma, hepatoblastoma dan angiosarkoma bisa didiagnosis hanya dengan melakukan biopsi hati, dimana contoh jaringan hati diambil dengan sebuah jarum untuk diperiksa dibawah mikroskop.
Biasanya, pengobatan hanya sedikit membantu dan sebagian besar penderita meninggal dalam beberapa bulan setelah tumor terdeteksi.
Jika dapat terdeteksi secara dini, hanya terapi pembedahan yang dapat memberikan harapan hidup yang lebih panjang.
Tumor yang ganas bisa berasal dari hati atau merupakan penyebaran (metasatase) dari bagian tubuh yang lain.
Tumor ganas yang berasal dari hati disebut kanker hati primer dan yang berasal dari bagian tubuh yang lain disebut kanker metastatik.
Sebagian besar kanker hati merupakan kanker metastatik.
Tumor hati yang jinak relatif sering ditemukan, tetapi biasanya tidak menimbulkan gejala-gejala.
Sebagian besar ditemukan pada saat penderita menjalani pemeriksaan skening (misalnya USG, CT atau MRI), untuk alasan lainnya.
Beberapa jenis tumor jinak ini menyebabkan hati jadi membesar atau mengalami perdarahan ke dalam rongga perut.
Hati biasanya berfungsi secara normal, sehingga pemeriksaan darah memberikan hasil yang normal atau hanya terjadi peningkatan yang ringan dari kadar enzim-enzim hati.
Yang merupakan tumor jinak hati:
# Adenoma hepatoseluler
# Hemangioma
Yang merupakan tumor ganas hati:
# Hepatoma
# Kolangiokarsinoma
# Hepatoblastoma
# Angiosarkoma.
ADENOMA HEPATOSELULER
Adenoma Hepatoseluler adalah tumor jinak hati yang sering ditemukan.
Adenoma hepatoseluler terutama terjadi pada wanita usia produktif, kemungkinan karena penggunaan pil KB meningkatkan resiko terjadinya tumor ini.
Adenoma hepatoseluler biasanya tidak menunjukkan gejala, sehingga sebgaian besar tidak dapat terdeteksi.
Meskipun jarang, adenoma ini bisa pecah tiba-tiba dan menyebabkan perdarahan ke rongga perut, sehingga perlu dilakukan pembedahan darurat.
Adenoma sangat jarang berkembang menjadi tumor yang ganas.
Adenoma yang disebabkan oleh pil KB sering menghilang setelah pemakaian pil KB dihentikan.
HEMANGIOMA
Hemangioma adalah tumor jinak hati yang terbentuk dari massa pembuluh darah yang abnormal.
Sekitar 1-5% dewasa memiliki hemangioma hati yang kecil, yang tidak menimbulkan gejala-gejala.
Pada bayi, hemangioma yang besar kadang menimbulkan gejala yang mengarah kepada ditemukannya penyakit ini, seperti pembekuan darah yang menyebar luas dan kegagalan hati. Pada keadaan ini mungkin perlu dilakukan tindakan pembedahan.
Tumor ini biasanya terdiagnosis hanya jika penderita menjalani pemeriksaan USG atau CT scan.
Hemangioma kecil yang tidak menyebabkan gejala, biasanya tidak membutuhkan pengobatan.
KANKER HATI PRIMER LAINNYA
Kolangiokarsinoma
Merupakan kanker yang berasal dari lapisan saluran empedu di dalam hati atau di dalam saluran empedu.
Di negara Timur, infestasi hati oleh parasit (cacing pipih/cacing pita), diduga berperan pada terjadinya kanker ini.
Pada penderita kolitis ulserativa dan kolangitis sklerotik menahun, kadang terjadi kolangiokarsinoma.
Hepatoblastoma
Hepatoblastoma merupakan kanker yang lebih sering ditemukan pada bayi.
Kadang muncul pada anak-anak yang lebih besar dan bisa menghasilkan hormon gonadotropin yang akan menyebabkan terjadinya pubertas dini.
Hepatoblastoma biasanya terdeteksi karena menyebabkan menurunnya keadaan kesehatan secara umum dan menyebabkan terbentuknya massa yang besar di perut kanan bagian atas.
Angiosarkoma
Angiosarkoma adalah kanker yang jarang, yang berasal dari pembuluh darah di hati.
Angiosarkoma bisa disebabkan oleh pemaparan vinil klorida di tempat kerja.
Kolangiosarkoma, hepatoblastoma dan angiosarkoma bisa didiagnosis hanya dengan melakukan biopsi hati, dimana contoh jaringan hati diambil dengan sebuah jarum untuk diperiksa dibawah mikroskop.
Biasanya, pengobatan hanya sedikit membantu dan sebagian besar penderita meninggal dalam beberapa bulan setelah tumor terdeteksi.
Jika dapat terdeteksi secara dini, hanya terapi pembedahan yang dapat memberikan harapan hidup yang lebih panjang.
Hepatoma
Hepatoma (Karsinoma Hepatoseluler) adalah kanker yang berasal dari sel-sel hati.
Hepatoma merupakan kanker hati primer yang paling sering ditemukan.
Karsinoma fibrolamelar merupakan jenis hepatoma yang jarang, yang biasanya mengenai dewasa muda.
Penyebabnya bukan sirosis, infeksi hepatitis B atau C maupun faktor resiko lain yang tidak diketahui.
PENYEBAB
Di daerah tertentu di Afrika dan Asia Tenggara, hepatoma lebih banyak ditemukan dibandingkan dengan kanker hati metastatik dan merupakan penyebab kematian yang utama.
Di daerah-daerah tersebut, terdapat angka kejadian infeksi hepatitis virus B yang tinggi, yang meningkatkan resiko terjadinya hepatoma.
Infeksi menahun dari hepatitis C juga meningkatkan resiko terjadinya hepatoma.
Bahan-bahan karsinogenik (penyebab kanker) tertentu juga menyebabkan hepatoma.
Di daerah subtropis, dimana hepatoma banyak terjadi, makanan sering tercemar oleh bahan karsinogenik yang disebut aflatoksin, yang dihasilkan oleh sejenis jamur.
Di Amerika Utara, Eropa dan daerah lainnya dimana hepatoma jarang ditemukan, sebagian besar penderita hepatoma adalah pecandu alkohol dengan sirosis hati yang telah berlangsung lama.
Jenis sirosis lainnya juga berhubungan dengan hepatoma, tetapi sirosis bilier primer memiliki resiko yang lebih rendah jika dibandingkan dengan sirosis lainnya.
GEJALA
Biasanya gejala awal hepatoma adalah nyeri perut, penurunan berat badan dan terdapatnya suatu masssa yang besar, yang dapat dirasakan/diraba di perut kanan bagian atas.
Penderita yang sebelumnya menderita sirosis menahun, akan tampak sangat sakit.
Pada umumnya terdapat demam.
Kadang gejala awalnya berupa nyeri perut akut dan syok, yang disebabkan oleh pecahnya tumor atau perdarahan pada tumor
.
DIAGNOSA
Kadar alfa-fetoprotein darah pada penderita hepatoma tinggi.
Kadang pemeriksaan darah menunjukkan kadar gula darah yang rendah atau peningkatan kadar kalsium, lemak atau sel darah merah.
Pada awalnya, gejala yang ada tidak cukup untuk mengarah pada diagnosis. Tetapi jika teraba pembesaran hati, patut dicurigai suatu hepatoma, terutama jika terdapat sirosis menahun.
Pada pemeriksaan dengan stetoskop, kadang terdengar suara bising (bruit hepatik) dan suara gesekan (friction rubs).
USG dan CT Scan perut kadang dapat menemukan kanker yang belum menimbulkan gejala.
Di beberapa negara, dimana banyak terdapat virus hepatitis B (misalnya di Jepang), USG digunakan untuk menyaring penderita infeksi terhadap kanker hati.
Arteriografi hepatik bisa menunjukkan hepatoma dan terutama dilakukan sebelum pembedahan, untuk membantu menentukan lokasi yang pasti dari pembuluh darah hati.
Biopsi jaringan hati dapat memperkuat diagnosis. Resiko terjadinya perdarahan atau cedera lainnya pada saat melakukan biopsi pada umumnya rendah.
PENGOBATAN
Kadang penderita dengan tumor yang kecil dapat sembuh dengan baik setelah tumor diangkat melalui pembedahan.
Biasanya prognosis untuk hepatoma jelek karena tumor ditemukan pada stadium lanjut.
Hepatoma merupakan kanker hati primer yang paling sering ditemukan.
Karsinoma fibrolamelar merupakan jenis hepatoma yang jarang, yang biasanya mengenai dewasa muda.
Penyebabnya bukan sirosis, infeksi hepatitis B atau C maupun faktor resiko lain yang tidak diketahui.
PENYEBAB
Di daerah tertentu di Afrika dan Asia Tenggara, hepatoma lebih banyak ditemukan dibandingkan dengan kanker hati metastatik dan merupakan penyebab kematian yang utama.
Di daerah-daerah tersebut, terdapat angka kejadian infeksi hepatitis virus B yang tinggi, yang meningkatkan resiko terjadinya hepatoma.
Infeksi menahun dari hepatitis C juga meningkatkan resiko terjadinya hepatoma.
Bahan-bahan karsinogenik (penyebab kanker) tertentu juga menyebabkan hepatoma.
Di daerah subtropis, dimana hepatoma banyak terjadi, makanan sering tercemar oleh bahan karsinogenik yang disebut aflatoksin, yang dihasilkan oleh sejenis jamur.
Di Amerika Utara, Eropa dan daerah lainnya dimana hepatoma jarang ditemukan, sebagian besar penderita hepatoma adalah pecandu alkohol dengan sirosis hati yang telah berlangsung lama.
Jenis sirosis lainnya juga berhubungan dengan hepatoma, tetapi sirosis bilier primer memiliki resiko yang lebih rendah jika dibandingkan dengan sirosis lainnya.
GEJALA
Biasanya gejala awal hepatoma adalah nyeri perut, penurunan berat badan dan terdapatnya suatu masssa yang besar, yang dapat dirasakan/diraba di perut kanan bagian atas.
Penderita yang sebelumnya menderita sirosis menahun, akan tampak sangat sakit.
Pada umumnya terdapat demam.
Kadang gejala awalnya berupa nyeri perut akut dan syok, yang disebabkan oleh pecahnya tumor atau perdarahan pada tumor
.
DIAGNOSA
Kadar alfa-fetoprotein darah pada penderita hepatoma tinggi.
Kadang pemeriksaan darah menunjukkan kadar gula darah yang rendah atau peningkatan kadar kalsium, lemak atau sel darah merah.
Pada awalnya, gejala yang ada tidak cukup untuk mengarah pada diagnosis. Tetapi jika teraba pembesaran hati, patut dicurigai suatu hepatoma, terutama jika terdapat sirosis menahun.
Pada pemeriksaan dengan stetoskop, kadang terdengar suara bising (bruit hepatik) dan suara gesekan (friction rubs).
USG dan CT Scan perut kadang dapat menemukan kanker yang belum menimbulkan gejala.
Di beberapa negara, dimana banyak terdapat virus hepatitis B (misalnya di Jepang), USG digunakan untuk menyaring penderita infeksi terhadap kanker hati.
Arteriografi hepatik bisa menunjukkan hepatoma dan terutama dilakukan sebelum pembedahan, untuk membantu menentukan lokasi yang pasti dari pembuluh darah hati.
Biopsi jaringan hati dapat memperkuat diagnosis. Resiko terjadinya perdarahan atau cedera lainnya pada saat melakukan biopsi pada umumnya rendah.
PENGOBATAN
Kadang penderita dengan tumor yang kecil dapat sembuh dengan baik setelah tumor diangkat melalui pembedahan.
Biasanya prognosis untuk hepatoma jelek karena tumor ditemukan pada stadium lanjut.
Kanker Hati Metastatik
Kanker Hati Metastatik adalah tumor-tumor yang telah menyebar ke hati dari bagian tubuh yang lain.
PENYEBAB
Tumor ganas metastatik pada umumnya berasal dari paru-paru, payudara, usus besar, pankreas dan lambung.
Leukimia dan kanker sel darah lainnya (misalnya limfoma), bisa juga menyebar ke hati.
Kadang ditemukannya tumor hati metastatik merupakan petunjuk adanya kanker lain pada penderita.
GEJALA
Gejala awalnya sering berupa penurunan berat badan dan berkurangnya nafsu makan.
Hati menjadi besar, keras dan tumpul.
Bisa juga terjadi demam.
Kadang limpa juga ikut membesar, terutama jika kanker berasal dari pankreas.
Rongga perut teregang, karena terisi oleh cairan (asites).
Jika kanker tidak menyumbat saluran empedu, tidak terdapat jaundice atau terdapat sakit kuning yang ringan.
Dalam beberapa minggu sebelum penderita meninggal, jaundice akan bertambah buruk.
Penderita juga akan kehilangan kesadaran dan mengantuk karena racun yang terkumpul dalam otak (ensefalopati hepatikum).
DIAGNOSA
Pada stadium akhir, kanker hati metastatik akan lebih mudah didiagnosis bila dibandingkan dengan kanker stadium awal.
USG, CT scan dan MRI hati bisa menunjukkan adanya kanker, tetapi tidak selalu dapat menemukan tumor-tumor yang kecil atau membedakan suatu tumor dari sirosis dan penyakit lainnya.
Tumor sering menyebabkan kelainan fungsi hati, yang bisa diketahui dari pemeriksaan darah.
Biopsi hati bisa isemperkuat diagnosa pada sekitar 75% kasus.
Untuk membantu memperoleh jaringan kanker dari hati, bisa dipandu oleh USG atau laparoskopi.
PENGOBATAN
Tergantung dari jenisnya, obat-obat anti kanker untuk sementara waktu dapat memperkecil ukuran tumor dan memperpanjang harapan hidup penderita, tetapi tidak mengobati kanker secara tuntas.
Obat anti kanker bisa disuntikan ke dalam arteri hepatika, yang akan mengalirkan obat dalam konsentrasi tinggi secara langsung ke sel-sel kanker di hati.
Tehnik ini lebih memungkinkan untuk memperkecil tumor dan menimbulkan lebih sedikit efek samping, tetapi belum terbukti bisa memperpanjang harapan hidup penderita.
Terapi radiasi (penyinaran) kadang dapat mengurangi nyeri yang hebat, tetapi tidak terlalu efektif.
Jika hanya ditemukan satu tumor, bisa diangkat melalui pembedahan, terutama jika kanker berasal dari usus.
Untuk kanker yang meluas, yang bisa dilakukan hanyalah mengurangi gejala-gejala yang ditimbulkannya.
PENYEBAB
Tumor ganas metastatik pada umumnya berasal dari paru-paru, payudara, usus besar, pankreas dan lambung.
Leukimia dan kanker sel darah lainnya (misalnya limfoma), bisa juga menyebar ke hati.
Kadang ditemukannya tumor hati metastatik merupakan petunjuk adanya kanker lain pada penderita.
GEJALA
Gejala awalnya sering berupa penurunan berat badan dan berkurangnya nafsu makan.
Hati menjadi besar, keras dan tumpul.
Bisa juga terjadi demam.
Kadang limpa juga ikut membesar, terutama jika kanker berasal dari pankreas.
Rongga perut teregang, karena terisi oleh cairan (asites).
Jika kanker tidak menyumbat saluran empedu, tidak terdapat jaundice atau terdapat sakit kuning yang ringan.
Dalam beberapa minggu sebelum penderita meninggal, jaundice akan bertambah buruk.
Penderita juga akan kehilangan kesadaran dan mengantuk karena racun yang terkumpul dalam otak (ensefalopati hepatikum).
DIAGNOSA
Pada stadium akhir, kanker hati metastatik akan lebih mudah didiagnosis bila dibandingkan dengan kanker stadium awal.
USG, CT scan dan MRI hati bisa menunjukkan adanya kanker, tetapi tidak selalu dapat menemukan tumor-tumor yang kecil atau membedakan suatu tumor dari sirosis dan penyakit lainnya.
Tumor sering menyebabkan kelainan fungsi hati, yang bisa diketahui dari pemeriksaan darah.
Biopsi hati bisa isemperkuat diagnosa pada sekitar 75% kasus.
Untuk membantu memperoleh jaringan kanker dari hati, bisa dipandu oleh USG atau laparoskopi.
PENGOBATAN
Tergantung dari jenisnya, obat-obat anti kanker untuk sementara waktu dapat memperkecil ukuran tumor dan memperpanjang harapan hidup penderita, tetapi tidak mengobati kanker secara tuntas.
Obat anti kanker bisa disuntikan ke dalam arteri hepatika, yang akan mengalirkan obat dalam konsentrasi tinggi secara langsung ke sel-sel kanker di hati.
Tehnik ini lebih memungkinkan untuk memperkecil tumor dan menimbulkan lebih sedikit efek samping, tetapi belum terbukti bisa memperpanjang harapan hidup penderita.
Terapi radiasi (penyinaran) kadang dapat mengurangi nyeri yang hebat, tetapi tidak terlalu efektif.
Jika hanya ditemukan satu tumor, bisa diangkat melalui pembedahan, terutama jika kanker berasal dari usus.
Untuk kanker yang meluas, yang bisa dilakukan hanyalah mengurangi gejala-gejala yang ditimbulkannya.
Hemangioma (Tumor Hati)
Hemangioma adalah tumor hati yang bukan kanker terdiri dari massa pada pembuluh darah tidak normal.
Di Amerika Serikat, sekitar 1 sampai 5 % orang dewasa memiliki hemangioma kecil yang tidak mempunyai gejala. Tumor ini biasanya dikenali hanya ketika ultrasonografi dan computed tomography (CT) dilakukan untuk sebab yang tidak ada hubungannya. Beberapa tumor tidak memerlukan pengobatan.
Hemangioma yang menyebabkan gejala-gejala sangat jarang. Pada bayi, hemangioma biasanya hilang dengan sendirinya. Meskipun begitu, kadang kala hemangioma besar dan menimbulkan gejala-gejala, seperti penggumpalan darah yang menyebar luas dan gagal jantung. Tumor ini membutuhkan pengobatan, yang bisa termasuk penggunaan obat-obatan, sebuah prosedur untuk menghambat suplai darah hemangioma, dan kadangkala dengan cara operasi.
Di Amerika Serikat, sekitar 1 sampai 5 % orang dewasa memiliki hemangioma kecil yang tidak mempunyai gejala. Tumor ini biasanya dikenali hanya ketika ultrasonografi dan computed tomography (CT) dilakukan untuk sebab yang tidak ada hubungannya. Beberapa tumor tidak memerlukan pengobatan.
Hemangioma yang menyebabkan gejala-gejala sangat jarang. Pada bayi, hemangioma biasanya hilang dengan sendirinya. Meskipun begitu, kadang kala hemangioma besar dan menimbulkan gejala-gejala, seperti penggumpalan darah yang menyebar luas dan gagal jantung. Tumor ini membutuhkan pengobatan, yang bisa termasuk penggunaan obat-obatan, sebuah prosedur untuk menghambat suplai darah hemangioma, dan kadangkala dengan cara operasi.
Granuloma Hepatik
Granuloma Hepatik (Hepatic granuloma) adalah gumpalan kecil yang tidak normal pada sel yang terbentuk ketika gangguan tertentu ada.
PENYEBAB
Granuloma itu sendiri biasanya tidak menyebabkan masalah, tetapi gangguan yang menyebabkan mereka bisa terjadi. Granuloma memiliki banyak penyebab. Yang paling sering adalah obat-obatan, infeksi, dan gangguan tertentu yang mempengaruhi seluruh tubuh. tuberculosis dan schistosomiasis (yang adalah infeksi) dan sarcoidosis adalah penyebab paling umum. Granuloma bisa terjadi pada sirosis biliary primer.
Granuloma bisa terbentuk ketika sel pada sistem kekebalan tubuh bersamaan bereaksi terhadap iritan atau untuk pertahanan tubuh melawan benda asing di dalam hati. Peradangan dapat terjadi. Jika hal ini menyebar luas, hati bisa rusak, jaringan fibrous dan hipertensi portal terbentuk.
GEJALA
Granuloma sendiri biasanya tidak menyebabkan gejala-gejala. Hati bisa sedikit membesar, dan penyakit kuning ringan (perubahan warna kekuningan pada kulit dan putih pada mata) bisa terbentuk. Gejala-gejala lain, jika terbentuk, dihasilkan dari gangguan yang menyebabkan granuloma. Granuloma disebabkan oleh sarcoidosis bisa muncul dengan tiba-tiba atau berlangsung lama untuk beberapa tahun tanpa menyebabkan gejala-gejala nyata apapun.
Radang hati idiopatic granuloma ( Idiopathic granulomatous hepatitis)adalah gangguan langka yang penyebabnya tidak diketahui. itu menyebabkan granuloma, demam, nyeri otot, dan kelelahan. Gejala-gejala ini seringkali terjadi dengan sebentar-sebentar untuk beberapa tahun.
DIAGNOSA
Dokter menanyakan pertanyaan seputar penggunaan obat dan gangguan lain yang bisa menyebabkan granuloma. Dokter juga melakukan tes darah untuk meneliti fungsi hati dan tes imaging, seperti ultrasonografi, computed tomography (CT), atau magnetic resonance imaging (MRI). Meskipun begitu, hasilnya tidak meyakinkan. Biopsy (pengangkatan contoh kecil pada jaringan hati dengan jarum untuk diteliti di bawah mikroskop) diperlukan untuk memastikan diagnosa. Tes lain, seperti kultur, kemungkinan dibutuhkan untuk mengidentifikasikan penyebab.
PENGOBATAN
Gangguan yang mendasari diobati. Berhenti menggunakan obat atau menghilangkan infeksi biasanya menyebabkan granuloma hilang. Kadangkala kortikosteroid digunakan untuk mengobati sarcoidosis, tetapi apakah mereka mencegah gangguan tersebut dari perkembangan adalah tidak pasti. (medicastore)
PENYEBAB
Granuloma itu sendiri biasanya tidak menyebabkan masalah, tetapi gangguan yang menyebabkan mereka bisa terjadi. Granuloma memiliki banyak penyebab. Yang paling sering adalah obat-obatan, infeksi, dan gangguan tertentu yang mempengaruhi seluruh tubuh. tuberculosis dan schistosomiasis (yang adalah infeksi) dan sarcoidosis adalah penyebab paling umum. Granuloma bisa terjadi pada sirosis biliary primer.
Granuloma bisa terbentuk ketika sel pada sistem kekebalan tubuh bersamaan bereaksi terhadap iritan atau untuk pertahanan tubuh melawan benda asing di dalam hati. Peradangan dapat terjadi. Jika hal ini menyebar luas, hati bisa rusak, jaringan fibrous dan hipertensi portal terbentuk.
GEJALA
Granuloma sendiri biasanya tidak menyebabkan gejala-gejala. Hati bisa sedikit membesar, dan penyakit kuning ringan (perubahan warna kekuningan pada kulit dan putih pada mata) bisa terbentuk. Gejala-gejala lain, jika terbentuk, dihasilkan dari gangguan yang menyebabkan granuloma. Granuloma disebabkan oleh sarcoidosis bisa muncul dengan tiba-tiba atau berlangsung lama untuk beberapa tahun tanpa menyebabkan gejala-gejala nyata apapun.
Radang hati idiopatic granuloma ( Idiopathic granulomatous hepatitis)adalah gangguan langka yang penyebabnya tidak diketahui. itu menyebabkan granuloma, demam, nyeri otot, dan kelelahan. Gejala-gejala ini seringkali terjadi dengan sebentar-sebentar untuk beberapa tahun.
DIAGNOSA
Dokter menanyakan pertanyaan seputar penggunaan obat dan gangguan lain yang bisa menyebabkan granuloma. Dokter juga melakukan tes darah untuk meneliti fungsi hati dan tes imaging, seperti ultrasonografi, computed tomography (CT), atau magnetic resonance imaging (MRI). Meskipun begitu, hasilnya tidak meyakinkan. Biopsy (pengangkatan contoh kecil pada jaringan hati dengan jarum untuk diteliti di bawah mikroskop) diperlukan untuk memastikan diagnosa. Tes lain, seperti kultur, kemungkinan dibutuhkan untuk mengidentifikasikan penyebab.
PENGOBATAN
Gangguan yang mendasari diobati. Berhenti menggunakan obat atau menghilangkan infeksi biasanya menyebabkan granuloma hilang. Kadangkala kortikosteroid digunakan untuk mengobati sarcoidosis, tetapi apakah mereka mencegah gangguan tersebut dari perkembangan adalah tidak pasti. (medicastore)
Tumor Hati Hepatocellular Adenoma
Hepatocellular adenoma adalah tumor hati yang tidak bersifat kanker yang secara relatif tidak umum terjadi yang bisa disalahartikan sebagai kanker. Jarang, hal itu pecah atau berdarah menjadi bersifat kanker.
PENYEBAB
Hepatocellular adenoma terjadi sebagian besar pada wanita di usia melahirkan, terutama mereka yang menggunakan kontrasepsi oral.
GEJALA
Biasanya, tumor ini tidak menyebabkan gejala-gejala, sehingga kebanyakan menetap tidak terdeteksi. Adenoma besar bisa menyebabkan rasa sakit di bagian perut sebelah kanan. Jarang terjadi, hepatocellular adenoma tiba-tiba pecah dan berdarah ke dalam rongga perut, memerlukan operasi segera. Sangat jarang, tumor ini menjadi bersifat kanker.
DIAGNOSA
Adenoma biasanya dicurigai ketika pemeriksaan imaging, seperti ultrasonografi atau computed tomography (CT), dilakukan dan menunjukkan kelainan. Kadangkala biopsi diperlukan untuk memastikan diagnosa.
PENGOBATAN
Hepatocellular adenoma disebabkan oleh penggunaan kontrasepsi oral bisa hilang ketika wanita tersebut berhenti menggunakan obat tersebut. Jika adenoma adalah besar atau terlokasi dekat permukaan hati, operasi dianjurkan karena pendarahan dan kanker adalah resikonya.(medicastore)
PENYEBAB
Hepatocellular adenoma terjadi sebagian besar pada wanita di usia melahirkan, terutama mereka yang menggunakan kontrasepsi oral.
GEJALA
Biasanya, tumor ini tidak menyebabkan gejala-gejala, sehingga kebanyakan menetap tidak terdeteksi. Adenoma besar bisa menyebabkan rasa sakit di bagian perut sebelah kanan. Jarang terjadi, hepatocellular adenoma tiba-tiba pecah dan berdarah ke dalam rongga perut, memerlukan operasi segera. Sangat jarang, tumor ini menjadi bersifat kanker.
DIAGNOSA
Adenoma biasanya dicurigai ketika pemeriksaan imaging, seperti ultrasonografi atau computed tomography (CT), dilakukan dan menunjukkan kelainan. Kadangkala biopsi diperlukan untuk memastikan diagnosa.
PENGOBATAN
Hepatocellular adenoma disebabkan oleh penggunaan kontrasepsi oral bisa hilang ketika wanita tersebut berhenti menggunakan obat tersebut. Jika adenoma adalah besar atau terlokasi dekat permukaan hati, operasi dianjurkan karena pendarahan dan kanker adalah resikonya.(medicastore)
Langganan:
Postingan (Atom)